AMBON, LaskarMaluku.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Maluku bersama DPC GAMKI Kota Ambon dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi korban kebakaran di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (6/9/2026).
Bantuan berupa air mineral, beras, minyak goreng, buku tulis, dan pena diserahkan langsung di Posko Pengungsian Kantor Desa Batu Merah sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas 25 karton air mineral, 15 karung beras ukuran 5 kilogram, 15 liter minyak goreng, 16 pak buku tulis, dan tiga lusin pena.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi DPD GAMKI Maluku, DPC GAMKI Kota Ambon, dan BWS Maluku untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sekaligus memperhatikan keberlanjutan pendidikan anak-anak korban kebakaran.
Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw, mengatakan kehadiran organisasi tersebut tidak didasarkan pada perbedaan identitas keagamaan, melainkan pada kepedulian terhadap sesama warga yang sedang menghadapi musibah.
“Bapak ibu jangan melihat kami datang dengan lambang yang kami pakai, tapi katong hadir untuk semua kalangan. Katong sudah banyak memberikan bantuan untuk selain melakukan gerakan-gerakan advokasi untuk saudara yang Muslim juga,” kata Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw.
Menurut Patra, GAMKI memiliki komitmen untuk terlibat dalam persoalan sosial dan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak hanya menjalankan fungsi pengaderan, tetapi juga mengambil bagian dalam pelayanan masyarakat ketika terjadi persoalan yang membutuhkan solidaritas bersama.
“Nah, ini sebagai bentuk komitmen katong GAMKI, karena kita berakar dari gereja, dari masyarakat, bangsa dan negara. Karena ini bencana sosial yang sebenarnya tidak kita inginkan bersama, kita merasa prihatin untuk datang bersama-sama basudara di Desa Batu Merah untuk menyampaikan rasa prihatin dan menyerahkan bantuan, walaupun sedikit, semoga bisa meringankan,” kata Ritiauw.

Ibu Erny Jamaluddin menerima bantuan beras dan minyak kelapa dari Ketua DPD GAMKI Provinsi Maluku, Samuel Patra Ritiauw
Patra menekankan agar bantuan yang diberikan dapat dibagikan secara merata kepada seluruh kepala keluarga yang berada di lokasi pengungsian. Menurut dia, bantuan tersebut memang tidak menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi korban, tetapi setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka dalam situasi pascakebakaran.
“Kita minta dukungan dari BWS Maluku untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ada Aqua 25 karton, beras 15 karung ukuran 5 kilogram, 15 liter minyak kelapa, 16 buku tulis dan 3 dos pena. Ini nanti dibagi kepada semua kepala keluarga yang ditampung di tempat ini,” kata Ritiauw.
Ia juga memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak yang ikut terdampak kebakaran. Paket buku tulis dan pena, kata dia, sengaja dimasukkan dalam bantuan agar anak-anak tetap dapat menjalankan aktivitas belajar meskipun kondisi tempat tinggal mereka belum kembali normal.
“Jangan dilihat dari nilai yang diberikan, tetapi ini bantuan rasa kemanusiaan dari kami untuk generasi muda Maluku ke depan agar tidak putus sekolah,” ujar Ritiauw.
Perhatian terhadap kebutuhan pendidikan tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan pangan dan tempat tinggal. Anak-anak yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal juga menghadapi risiko terganggunya aktivitas belajar apabila kebutuhan perlengkapan sekolah tidak segera dipenuhi.
Selain menyerahkan bantuan, GAMKI juga menyoroti keberlanjutan pemenuhan hak-hak warga terdampak kebakaran. Patra berharap perwakilan GAMKI yang juga duduk sebagai anggota DPRD Kota Ambon dapat terus mengawal kepentingan para korban, terutama terkait kebutuhan pascabencana.
Ia meminta agar aspirasi masyarakat Batu Merah tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan kondisi kehidupan warga setelah masa pengungsian.
Di sisi lain, Ketua DPC GAMKI Kota Ambon, Dessy Haulauw, yang juga anggota DPRD Kota Ambon dari Partai Golkar, menyatakan bahwa kehadiran GAMKI merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat Batu Merah yang terdampak kebakaran.
“Iya, kami semua sudah prihatin dengan apa yang boleh terjadi kepada masyarakat Batu Merah. Kebakaran yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu, hari ini beta mewakili DPC GAMKI Kota Ambon bersama-sama dengan DPD GAMKI Provinsi Maluku datang sebagai bentuk organisasi pelayanan untuk bersimpati kepada basudara yang ada di Batu Merah. Ada sedikit sembako yang diberikan kepada basudara untuk nanti bisa dipergunakan,” kata Ketua DPC GAMKI Kota Ambon, Dessy Haulauw.
Haulauw memastikan persoalan hak korban akan tetap mendapat perhatian. Ia menyebut pemerintah Kota Ambon masih memberikan perhatian kepada warga terdampak dan menegaskan komitmennya untuk mengawal kebutuhan lanjutan, termasuk pemulihan rumah warga.
“Sebagai wakil rakyat tentunya beta akan tetap mengawal hak-hak daripada korban kebakaran Batu Merah. Sampai hari ini, puji Tuhan, setelah kita berinteraksi dengan masyarakat, itu masih tetap diberikan oleh Pemerintah Kota Ambon,” kata Haulauw.
Menurut Haulauw, kebutuhan korban tidak berhenti pada bantuan pangan selama berada di pengungsian. Pemulihan tempat tinggal menjadi persoalan penting yang harus dikawal setelah kondisi darurat berlalu.
“Ada tanggung jawab yang luar biasa dan keprihatinan yang luar biasa dari Pemerintah Kota Ambon kepada korban yang terkena dampak kebakaran. Oleh sebab itu, nanti hak-hak lainnya seperti bantuan terhadap pemulihan rumah dan sebagainya itu akan tetap kita kawal,” tegas Haulauw.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para pengungsi dan disaksikan kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana) Batu Merah. Perwakilan pengungsi, Erny Jamaluddin, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima.
“Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kita yang menerimanya. Kami hanya berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan berkah yang berlimpah kepada bapak ibu dong samua,” kata Erny Jamaluddin, perwakilan pengungsi korban kebakaran Batu Merah.
Erny juga berharap perhatian terhadap warga pengungsi tidak berhenti pada penyerahan bantuan kali ini. Menurutnya, kebutuhan warga terdampak masih akan berlangsung selama mereka belum kembali menjalani kehidupan secara normal.
Permintaan tersebut kemudian direspons Dessy Haulauw dengan komitmen untuk terus berkoordinasi agar bantuan sosial dapat menjangkau warga yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh wilayah daerah pemilihan.
Kehadiran GAMKI bersama BWS Maluku di posko pengungsian sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan dampak kebakaran membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah tetap memiliki tanggung jawab utama dalam penanganan dan pemulihan korban, sementara organisasi kemasyarakatan dapat memperkuat respons melalui dukungan kemanusiaan.
Bagi para pengungsi, bantuan kebutuhan pokok menjadi penyangga penting selama berada dalam kondisi darurat. Namun, tantangan yang lebih besar berada pada tahap berikutnya: memastikan kebutuhan tempat tinggal, pendidikan anak, bantuan sosial, dan pemulihan kehidupan warga benar-benar mendapat tindak lanjut.
Karena itu, komitmen untuk mengawal hak korban menjadi bagian penting setelah bantuan disalurkan. Solidaritas kemanusiaan tidak cukup hanya hadir ketika bencana terjadi. Ukurannya justru terlihat dari konsistensi pendampingan hingga masyarakat terdampak mampu kembali menjalani kehidupan secara layak. (L05)




