DOBO, LaskarMaluku.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Temu Raya Pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-Pulau Aru.
Kegiatan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas pelayanan gereja, khususnya dalam membentuk karakter, iman, moral, serta kepribadian anak-anak sebagai generasi penerus gereja dan bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Aru menyampaikan penghargaan kepada Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM yang diwakili Kepala Biro Anak dan Remaja Keluarga (ARK) Sinode GPM, Ibu Fifi Tumalang, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Ketua Majelis Pekerja Klasis Pulau-Pulau Aru bersama anggota MPK dan para Sekbid, pimpinan OPD, para pendeta se-Klasis GPM Pulau-Pulau Aru, para narasumber, Ketua Majelis Jemaat GPM Karseka bersama majelis jemaat dan seluruh badan penyelenggara pelayanan, Tim ARK dan PFG Klasis GPM Pulau-Pulau Aru, serta para tokoh agama, adat dan masyarakat.
Ucapan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh pengasuh se-Klasis Pulau-Pulau Aru yang hadir sebagai peserta Temu Raya.
Bupati mengajak seluruh peserta untuk memuji dan bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja atas penyertaan-Nya dalam kehidupan dan pengabdian setiap orang.
Menurutnya, keberadaan para pengasuh SMTPI memiliki arti yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan dan pembentukan karakter seseorang.
Bupati bahkan mengungkapkan pengalaman pribadinya yang pernah menjadi bagian dari pembinaan SMTPI.
“Saya juga pernah diasuh, dibimbing dan diajarkan tentang dasar-dasar iman Gereja Protestan Maluku melalui SMTPI. Artinya saya menjadi pribadi beriman dan bisa melaksanakan tugas sebagai Bupati seperti saat ini karena para pengasuh yang telah membentuk karakter dan perilaku iman saya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pengalaman tersebut membuat dirinya memahami bahwa tugas sebagai kepala daerah bukan semata-mata jabatan, tetapi juga merupakan panggilan untuk mengabdi dan melayani masyarakat.
“Ketika saya menghayati bahwa menjadi Bupati adalah panggilan Tuhan, nilai itulah yang ditanamkan kepada saya selama saya belajar di SMTPI,” katanya.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh pihak untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para pengasuh SMTPI yang selama ini menjalankan tugas membentuk iman dan moral anak-anak gereja.
Menurutnya, anak-anak yang dibina di lingkungan gereja merupakan bagian penting dari generasi emas gereja sekaligus generasi emas bangsa Indonesia.
Pengasuh SMTPI Dinilai Mitra Strategis Pemerintah
Bupati menilai pelaksanaan Temu Raya Pengasuh yang merupakan kegiatan perdana di Klasis GPM Pulau-Pulau Aru bukan sekadar forum untuk berkumpul, tetapi harus dipandang sebagai program strategis gereja.
Kegiatan tersebut dinilai penting untuk memastikan pendidikan gereja dapat berlangsung secara baik, terarah, berkelanjutan dan memiliki hasil yang dapat diukur.
Ia juga mengapresiasi Klasis GPM Pulau-Pulau Aru yang telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan karakter anak melalui penanaman nilai etika, budi pekerti, kasih dan kehidupan spiritual.
“Pengasuh adalah mitra moral negara. Peran pembinaan anak di gereja merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia bangsa yang berintegritas,” tegasnya.
Menurutnya, pelayanan pengasuh dalam lingkungan gereja dan komunitas menjadi bagian integral dari pendidikan nonformal yang berlangsung secara berkelanjutan.
Karena itu, para pengasuh tidak hanya dituntut memiliki komitmen pelayanan, tetapi juga perlu terus mendapatkan pembekalan dan peningkatan kapasitas. (*/L02)







