AMBON, LaskarMaluku.com – Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional (HKN) tanggal 24 Juli sebagaimana ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI Nomor 19 tahun 2023, juga memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tanggal 23 Juli 2026, maka Perempuan Indonesia Maluku (PIM) Provinsi Maluku menggelar Parade Kebaya Ambon dengan menghadirkan sekitar 4000 peserta yang dipusatkan di Kota Ambon, dengan titik start dan finish di Gong perdamaian Dunia, Sabtu (5/7/2026).

Ketua DPD PIM Maluku, Rimaniar Juliandra dalam konferensi pers di Gong Perdamaian, Kamis (23/7/2026) sore mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membudayakan penggunaan Kebaya Maluku maupun Kebaya Ambon dalam berbagai aktivitas sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

Menurut Anggota DPRD Maluku dari Dapil Kota Ambon ini, budaya hanya akan tetap hidup jika terus dilestarikan.

“Karena itu, pelestarian Kebaya Maluku tidak boleh berhenti sebagai simbol semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, organisasi perempuan, hingga pemerintah,”ungkap Rima sapaan akrab Rimaniar seraya berharap kebaya Ambon maupun kebaya Maluku secara keseluruhan semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang lahir dari perempuan Maluku.

Lantaran itu, Rima mengajak seluruh perempuan di Maluku menjadikan Hari Kebaya Nasional sebagai momentum untuk semakin mencintai budaya sendiri.

“Kami berharap Kebaya Ambon tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan keberadaan PIM kepada masyarakat, tetapi juga menjadi gerakan nyata dalam melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa,”harapnya.

Dirinya menambahkan, PIM juga ingin memperkuat sinergi dengan sekitar 30 organisasi perempuan di Maluku, di antaranya TP PKK Provinsi Maluku, TP PKK Kota Ambon, IWAPI, serta organisasi perempuan dari berbagai partai politik.

Rimaniar juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, serta seluruh organisasi perempuan yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Parade Kebaya Ambon, Alwiyah Fadlun Alyadrus, menjelaskan jumlah peserta yang akan mengikuti Parade mencapai sekitar 4.000 orang yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak PAUD se-Kota Ambon, siswa SD, SMP, SMA, organisasi perempuan, instansi vertikal, jajaran Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku hingga masyarakat umum.

“Kami juga menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain pemberian penghargaan kepada perempuan-perempuan berprestasi di Maluku, dukungan kepada Putri Pariwisata Maluku yang akan berlaga di tingkat nasional, hiburan rakyat, serta pembagian doorprize,’jelasnya.

Menurut Alwiyah, Parade Kebaya Ambon sengaja dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebaya Nasional dan Hari Anak Nasional sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Maluku sejak usia dini melalui keterlibatan anak-anak PAUD.

Dirinya menambahkan, PIM Maluku juga memiliki visi jangka panjang untuk mendorong Kebaya Ambon menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang semakin dikenal luas. Bahkan, pada tahun mendatang organisasi tersebut menargetkan penyelenggaraan parade dalam skala yang lebih besar sebagai upaya memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Mengusung tema nasional “Lestarikan Budaya Nasional dengan Berkebaya”, Parade Kebaya Ambon menjadi awal gerakan pelestarian Kebaya Maluku sekaligus pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai wastra tradisional dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

Alwiyah mengungkapkan, kegiatan tersebut juga dihadiri pengurus DPC PIM dari Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, di antaranya Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, PLN, LC Beauty, Bekraf, Fitbar, CV Jingga, serta berbagai sponsor lainnya yang memberikan dukungan fasilitas maupun kebutuhan teknis demi suksesnya Parade Kebaya Maluku.Kebaya Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juli. Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Hari Kebaya Nasional.

Untuk diketahui, penetapan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional bukan tanpa alasan. Dalam Keppres Nomor 19 tahun 2023 menjelaskan ada tiga pertimbangan yang menjadi awal mula lahirnya peringatan tahunan ini.

Pertama, Kebaya merupakan identitas nasional perekat bangsa yang bersifat lintas etnis dan telah berkembang menjadi aset budaya yang berharga sehingga perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya.

Kedua, Kebaya berkembang menjadi busana yang digunakan secara nasional dalam berbagai kegiatan baik yang berskala nasional maupun internasional.

Ketiga, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) X yang dihadiri Presiden Soekarno pada 24 Juli 1964 adalah momen bersejarah di mana seluruh peserta kongres mengenakan kebaya, sehingga tanggal 24 Juli bersejarah itu dijadikan dasar penetapan HKN lewat Keppres Nomor 19 Tahun 2023 (bukan penetapan HKN yang terjadi di tahun 1964). (L02)