AMBON, LaskarMaluku.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat program pembinaan warga binaan melalui optimalisasi pemanfaatan fasilitas perpustakaan sebagai sarana meningkatkan budaya literasi, memperluas wawasan, serta membangun karakter positif.

Keberadaan perpustakaan di lingkungan Rutan Ambon menjadi salah satu fasilitas pendukung pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan pengetahuan melalui kegiatan membaca.

Fasilitas ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kebiasaan belajar secara mandiri selama menjalani masa pembinaan.

Melalui berbagai koleksi buku yang tersedia, warga binaan dapat memanfaatkan waktu luang dengan aktivitas produktif. Beragam bahan bacaan tersebut menjadi sumber pengetahuan sekaligus sarana untuk memperluas perspektif, meningkatkan kreativitas, dan membangun pola pikir yang lebih terbuka.

Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.

Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri dan pembentukan karakter.

“Melalui fasilitas perpustakaan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kami berharap budaya membaca dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif, sehingga warga binaan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani masa pembinaan dengan kegiatan yang bermanfaat,” ungkap Meta Putra dalam rilis yang diterima LaskarMaluku.com, Senin (2/11/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rido, menyampaikan bahwa perpustakaan merupakan fasilitas pembinaan yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga binaan.

Ia menilai, kegiatan membaca dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan wawasan, kreativitas, serta kemampuan berpikir. Karena itu, pihaknya terus mendorong warga binaan agar menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

“Perpustakaan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga binaan sebagai tempat untuk belajar dan menambah pengetahuan. Kami terus mendorong agar kegiatan membaca menjadi kebiasaan positif, sehingga waktu yang dimiliki selama menjalani masa pembinaan dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat,” jelas Rido.

Lebih dari sekadar tempat membaca, perpustakaan juga diharapkan menjadi sarana pembinaan kepribadian melalui pengembangan wawasan dan peningkatan kesadaran diri. Berbagai pengetahuan yang diperoleh, mulai dari pendidikan, keterampilan, pengetahuan umum hingga nilai-nilai kehidupan, diharapkan dapat menjadi bekal positif ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Manfaat keberadaan perpustakaan tersebut juga dirasakan langsung oleh warga binaan. Salah satunya, Beni, mengaku fasilitas tersebut memberikan kesempatan bagi dirinya dan warga binaan lainnya untuk memperoleh informasi serta pengetahuan baru.

“Dengan adanya perpustakaan ini, kami bisa membaca berbagai macam buku dan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Kegiatan membaca juga membuat waktu kami lebih bermanfaat dan memberikan motivasi untuk terus belajar serta memperbaiki diri,” tuturnya.

Beni berharap fasilitas perpustakaan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan membaca dapat menjadi salah satu bekal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Terobosan Pembinaan Meta Putra Patut Diapresiasi

Di bawah kepemimpinan Meta Putra, meski terbilang masih relatif baru menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, sejumlah upaya pembinaan mulai diarahkan pada pengembangan kapasitas dan peningkatan kualitas diri warga binaan.

Pembinaan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pembentukan kesadaran dan perubahan perilaku, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan keterampilan melalui berbagai program pelatihan, termasuk pendidikan vokasi.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pembinaan selama berada di dalam rutan, tetapi juga memiliki bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke masyarakat.

Optimalisasi perpustakaan dan pengembangan pendidikan vokasi merupakan dua aspek pembinaan yang saling melengkapi. Budaya literasi memberikan penguatan pengetahuan, sementara pelatihan keterampilan membuka peluang bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan praktis dan produktivitas.

Melalui berbagai program tersebut, Rutan Kelas IIA Ambon terus berupaya menghadirkan lingkungan pembinaan yang edukatif, produktif, dan berorientasi pada masa depan warga binaan.

Harapannya, setiap warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan selama menjalani masa pembinaan untuk belajar, mengembangkan potensi, memperbaiki diri, serta mempersiapkan langkah baru agar nantinya mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab. (L05)