AMBON, LaskarMaluku.com – Kegiatan penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti) Angkatan LIII (53) Gelombang I Tahun 2026 di Desa Uslapan, Waipia, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, menuai perhatian. Pasalnya, penggalangan dana melalui penjualan bazar tersebut ditujukan untuk membiayai pembuatan dua pohon Natal.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN ini disebut telah mendapat persetujuan Ketua RT 04 dan Ketua Pemuda Desa Uslapan, Teko Tanate. Namun, mekanisme penggalangan dana dengan menetapkan pembelian bazar senilai Rp100.000 bagi setiap kepala keluarga (KK) menjadi hal yang menarik untuk dicermati, terutama terkait urgensi, transparansi, dan partisipasi masyarakat.

Teko Tanate menjelaskan, penjualan bazar berupa ketupat dan sayur lodeh tersebut merupakan inisiatif mahasiswa KKN untuk mendukung pembuatan dua pohon Natal sebagai bagian dari program kegiatan mereka di desa.

“Selaku masyarakat dan tokoh pemuda, kami tentu sangat mendukung ide-ide dan kreativitas para mahasiswa. Itu merupakan hal positif yang patut didukung bersama. Atas persetujuan masyarakat, kami menetapkan setiap kepala keluarga membeli bazar seharga Rp100.000,” ungkap Teko Tanate kepada media ini melalui sambungan telepon, Selasa (3/11/2026).

Selain penggalangan dana, mahasiswa KKN Unpatti juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan dan edukasi masyarakat. Program tersebut mencakup sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika, minuman keras (miras), serta perjudian daring atau judi online.

Mahasiswa juga merancang kegiatan pemeriksaan kesehatan masyarakat sebagai bentuk kontribusi di bidang kesehatan.

Ketua Mahasiswa KKN Desa Uslapan, Ariel Silety, mengatakan bahwa jumlah mahasiswa KKN Unpatti yang ditempatkan di wilayah Kecamatan TNS mencapai kurang lebih 180 orang. Sementara itu, khusus di Desa Uslapan terdapat 15 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas.

Menurut Ariel, penjualan bazar berupa ketupat dan sayur lodeh merupakan salah satu upaya untuk mendukung pembiayaan pembuatan dua pohon Natal.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan narkotika, miras, dan judi online membutuhkan perhatian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Upaya pencegahan membutuhkan kolaborasi pemerintah desa, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai pihak agar generasi muda dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif,” kata Ariel.

Sementara itu, Kalista Frilya, mahasiswa KKN dari Fakultas Kedokteran Unpatti, menjelaskan bahwa setiap mahasiswa merancang program kerja berdasarkan kebutuhan masyarakat di lokasi penempatan.

Khusus dari Fakultas Kedokteran, program yang disiapkan antara lain sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kepada anak-anak sekolah dasar (SD).

Selain itu, pada 6 November 2026 mendatang, mahasiswa Fakultas Kedokteran juga dijadwalkan menggelar pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang dipusatkan di Desa Uslapan.

“Setiap mahasiswa merancang program berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Untuk program dari Fakultas Kedokteran, kami melaksanakan sosialisasi tentang kebersihan lingkungan di sekolah dasar dan pemeriksaan kesehatan masyarakat pada 6 November nanti,” jelas Kalista.

Program edukasi juga dilaksanakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti. Frilya Sekawael mengatakan, sosialisasi mengenai kebersihan lingkungan merupakan program kolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran yang turut melibatkan mahasiswa dari fakultas lainnya.

Adapun program khusus FKIP adalah pemberian les bahasa Inggris secara gratis kepada anak-anak di Desa Uslapan.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap hari Rabu di balai desa, dengan sasaran siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK. Selain memberikan pembelajaran bahasa Inggris, mahasiswa juga membantu para siswa menyelesaikan tugas sekolah.

“Setiap hari Rabu, kami memberikan les bahasa Inggris di balai desa untuk anak-anak SD, SMP, dan SMA/SMK. Kami juga membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas bahasa Inggris,” tutur Frilya.

PENGGALANGAN DANA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT

Berbagai program yang dijalankan mahasiswa KKN Unpatti di Desa Uslapan patut diapresiasi karena menyentuh sejumlah aspek penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pencegahan masalah sosial.

Namun, penggalangan dana untuk pembuatan dua pohon Natal juga perlu ditempatkan secara proporsional dalam konteks tujuan utama pelaksanaan KKN, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Dukungan masyarakat terhadap kreativitas mahasiswa tentu merupakan hal positif. Meski demikian, keterlibatan warga dalam kegiatan penggalangan dana idealnya tetap mengedepankan prinsip kesukarelaan, keterbukaan penggunaan dana, serta mempertimbangkan kondisi ekonomi setiap keluarga.

Dengan demikian, program KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan, kebersamaan, dan semangat gotong royong bersama masyarakat.

Pertanyaan mengenai urgensi penggalangan dana tersebut menjadi penting agar seluruh program mahasiswa KKN benar-benar memberikan manfaat, sekaligus memastikan partisipasi masyarakat berlangsung secara transparan dan tidak membebani warga. (L05)