AMBON, LaskarMaluku.com – Ratusan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku mengalami gangguan kesehatan sejak, Kamis (27/8/2026) malam. Para peserta mengeluhkan mual, pusing, lemas, hingga diare yang diduga berkaitan dengan makanan katering yang mereka konsumsi, sementara penyebab medis maupun sumber makanan yang memicu keluhan tersebut belum dipastikan secara resmi.

Kondisi peserta berlanjut hingga Jumat (28/8/2026) dan membuat layanan kesehatan internal BPSDM menghadapi lonjakan pasien. Pengelola kemudian meminta bantuan Puskesmas Rumah Tiga untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap peserta yang mengalami keluhan kesehatan.

Pantauan di Hall BPSDM pada Jumat siang menunjukkan sejumlah peserta mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Petugas kesehatan melakukan pendataan terhadap keluhan pasien serta makanan yang terakhir dikonsumsi sebagai bagian dari penanganan awal di lokasi.

LaskarMaluku

Satu unit ambulans juga terlihat bersiaga di halaman BPSDM. Kehadiran ambulans tersebut menjadi langkah antisipasi apabila terdapat peserta yang membutuhkan evakuasi dan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Keluhan kesehatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas peserta Latsar yang sedang mengikuti rangkaian kegiatan kedinasan. Sejumlah peserta mengaku masih merasakan mual dan lemas, sedangkan beberapa lainnya mengalami diare ketika kegiatan tetap berlangsung.

Hingga Jumat sore, sebagian peserta masih menjalani penanganan di lokasi. Namun, belum terdapat informasi resmi yang memastikan jumlah keseluruhan peserta yang mengalami gangguan kesehatan maupun apakah seluruh keluhan memiliki penyebab yang sama.

Dari sisi penelusuran penyebab, dugaan keterkaitan dengan konsumsi makanan katering masih membutuhkan pembuktian medis dan pemeriksaan terhadap sampel makanan. Karena itu, penyebutan insiden sebagai keracunan makanan perlu menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang agar tidak mendahului kesimpulan medis.

Upaya LaskarMaluku.com memperoleh keterangan resmi dari BPSDM Provinsi Maluku belum membuahkan hasil. Kepala BPSDM Maluku, Hady Sulaiman, belum memberikan tanggapan meskipun telah dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp.

Pihak penyedia katering juga belum memberikan penjelasan mengenai makanan yang disajikan kepada peserta maupun proses penyediaannya. Dengan demikian, belum ada keterangan dari pengelola katering yang dapat menjelaskan apakah makanan yang dikonsumsi peserta berkaitan dengan munculnya gangguan kesehatan tersebut.

Keterangan resmi dari fasilitas kesehatan di lokasi juga belum diperoleh. Pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran riwayat konsumsi makanan, pemeriksaan pasien, serta bila diperlukan pengujian sampel makanan, penting untuk memastikan penyebab kejadian dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti gangguan kesehatan peserta Latsar BPSDM Maluku belum dapat dipastikan. LaskarMaluku.com tetap membuka ruang bagi BPSDM Maluku, penyedia katering, tenaga kesehatan, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan informasi resmi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

Walau begitu, Kepala BPSDM Maluku, Ismail Soleman yang dihubungi berulang kali, enggan untuk memberikan tanggapan apapun. Padahal posisinya sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap kasus yang memalukan pemerintahan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath ini. Ini untuk pertama kalinya peserta pelatihan dasar keracunan makanan. Setidaknya gubernur dan wakil gubernur Maluku harus melakukan evaluasi terhadap yang bersangkutan, sebagai pertanggungjawaban moral. (L05)