AMBON, LaskarMaluku.com – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Pulau Ambon Timur menggelar Kompetisi Vokal Grup Dapuati untuk memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Ambon di Taman Budaya Karang Panjang, Kota Ambon, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kompetisi bertema “Menjaga Tradisi, Merajut Harmoni, Par Ambon Pung Bae” itu digelar untuk menyongsong Hari Ulang Tahun ke-451 Kota Ambon dan HUT ke-13 AMGPM Daerah Pulau Ambon Timur.
Sebanyak 10 kelompok vokal grup mengikuti kompetisi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan AMGPM Daerah Pulau Ambon Timur tersebut.
Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Timur, Pendeta Hendrik James Elath, mengatakan kompetisi itu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan talenta dan anugerah yang dimiliki.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, melainkan perayaan sekaligus ruang berkarya yang dapat memperkuat kebersamaan.
“Perlombaan ini adalah perayaan. Kita bersyukur karena sebagai orang muda, kita diperlengkapi dengan talenta dan anugerah yang Tuhan percayakan,” ujar Elath.
Ia mengatakan seni dan musik dapat menjadi sarana membangun karakter dan meningkatkan kepercayaan diri. Seni juga dapat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya sebagai bagian dari identitas mereka.
Elath berharap kompetisi tersebut dapat mendorong generasi muda untuk terus merawat kebersamaan dan mengembangkan identitas budaya Maluku.
Menurut dia, musik Maluku memiliki karakter tersendiri, mulai dari melodi, harmoni, hingga bahasa yang digunakan untuk menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kita jangan sampai melupakan tradisi sebagai masyarakat yang memiliki budaya bernyanyi dan bermusik. Tradisi itu telah menghidupi kita dari waktu ke waktu,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri sehingga mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional dan nasional.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon melalui Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Alex Hursepuny, mengapresiasi pengurus, panitia, dan seluruh pihak yang telah menyiapkan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Ambon terus berkomitmen menjalankan pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat, termasuk dengan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pengembangan potensi daerah.
Kompetisi vokal grup, kata dia, bukan sekadar ajang untuk menentukan pemenang, tetapi juga ruang bagi generasi muda menyalurkan bakat, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan budaya.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi menjadi ruang untuk menyalurkan bakat seni, mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga warisan budaya yang menjadi ciri khas Kota Ambon,” katanya.
Menurut Hursepuny, musik tidak dapat dipisahkan dari identitas masyarakat Ambon. Kekayaan seni dan musik tersebut, kata dia, harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Tema kompetisi itu juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak melupakan akar budaya di tengah perkembangan zaman.
Menjaga tradisi, kata dia, berarti merawat identitas. Sementara merajut harmoni berarti memperkuat kehidupan yang rukun dan damai di tengah keberagaman.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, akan terus membuka ruang dan memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kompetisi Vokal Grup Dapuati diharapkan dapat terus dikembangkan dengan jangkauan peserta yang lebih luas sehingga semakin banyak generasi muda mendapat kesempatan untuk tampil dan menunjukkan potensi mereka.
Melalui seni dan musik, generasi muda diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan harmoni untuk membangun Ambon yang lebih baik.
“Menjaga tradisi, merajut harmoni, dan terus berkarya, Par Ambon Pung Bae,” katanya. (L06)









