DOBO, LaskarMaluku.com – BPJS Kesehatan Cabang Ambon bersama Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru turun langsung menyapa peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Perumahan Rakyat, Kelurahan Siwalima, Dobo, Rabu (7/5/2026).
Kegiatan “BPJS Kesehatan Menyapa Warga” ini digelar untuk memastikan peserta PBI paham haknya dan tidak kebingungan saat butuh layanan kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Harbu Hakim, menegaskan bahwa kartu JKN PBI harus tetap dijaga keaktifannya.
“Meski iuran dibayar pemerintah, peserta wajib lapor jika ada perubahan data seperti pindah alamat, meninggal dunia, atau sudah mampu. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran. Peserta juga bisa manfaatkan Program Rujuk Balik (PRB) kalau punya penyakit kronis yang sudah stabil. Cukup kontrol dan ambil obat 30 hari di Puskesmas, tidak perlu antre di RS tiap bulan,” jelas Harbu.
Peserta kini jauh lebih dimudahkan karena BPJS Kesehatan telah menyediakan berbagai kanal layanan online yang dapat diakses, jika sekedar mengecek keaktifan kepesertaanya tidak perlu mengunjungi kantor karena dapat diakses melalui Mobile JKN, PANDAWA dan kanal layanan lainnya.
Dari Dinas Sosial, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dody Andres Duarkosu yang hadir di lokasi menambahkan bahwa validasi data PBI jadi tanggung jawab bersama.
“Kami minta warga proaktif lapor ke kelurahan atau Dinsos kalau ada anggota keluarga yang sudah meninggal atau pindah. Jangan sampai datanya tidak di-update, akhirnya yang benar-benar membutuhkan tidak dapat kuota PBI. Gunakan kartu JKN ini sebaik-baiknya karena ini hak warga kurang mampu,”pesannya.
Ketua RT setempat, Mores Bebena, mengapresiasi kolaborasi ini. “Warga kami mayoritas nelayan dan PBI. Banyak yang panik kalau kartu tiba-tiba nonaktif padahal mau berobat. Sosialisasi langsung begini bikin warga ngerti harus ke mana kalau ada masalah,” ujar Mores.
Salah satu peserta JKN PBI, Kanisius Mahwil (30), mengaku lega setelah mendapat penjelasan. “Saya pikir kalau kartu PBI pasti aktif terus. Ternyata harus dicek juga. Tadi diajar cara cek status di Mobile JKN. Pelayanan di Puskesmas juga baik, obat hipertensi saya tiap bulan ada terus. Terima kasih sudah datang kasih tau,” ujar Kanisiu.
Menutup kegiatan, Harbu mengajak seluruh peserta, khususnya PBI, untuk rutin mengecek keaktifan kartu melalui Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, atau kantor kelurahan. Pastikan data diri sesuai agar hak jaminan kesehatan tetap terjamin. Sebab keaktifan kepesertaan JKN adalah kunci utama mendapat layanan saat sakit. (***)

