DOBO, LaskarMaluku.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan yang digelar di Kafe Gospel, Kota Dobo, Senin (27/7/2026).

Bimtek tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa, yang hadir mewakili Bupati Timotius Kaidel. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Aru, staf ahli bupati, para asisten Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Dinas Kesehatan, camat, lurah, kepala puskesmas, kepala desa, serta pengurus TP-PKK tingkat kecamatan.

Dalam sambutan Bupati Timotius Kaidel yang dibacakan Wakil Bupati Mohammad Djumpa, ditegaskan bahwa keberadaan Posyandu saat ini memiliki peran yang semakin strategis seiring dengan transformasi menjadi Posyandu Layanan Primer.

Transformasi tersebut membawa perubahan pada cakupan pelayanan yang tidak lagi terbatas pada kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup seluruh tahapan kehidupan manusia, mulai dari bayi, balita, remaja, kelompok usia produktif hingga lanjut usia.

Menurut Bupati, perubahan fungsi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dan pemahaman Tim Pembina Posyandu agar pelaksanaan pelayanan kesehatan di setiap wilayah dapat berjalan secara maksimal.

Tim Pembina Posyandu juga diharapkan mampu menjalankan tugas pembinaan, pengawasan, pemantauan, serta evaluasi terhadap kinerja para kader guna memastikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Tim Pembina Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar. Mereka bertugas melakukan pembinaan, pemantauan, hingga evaluasi terhadap kinerja kader Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” demikian disampaikan Mohammad Djumpa saat membacakan sambutan Bupati.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kepulauan Aru menargetkan peningkatan pemahaman peserta mengenai tata kelola Posyandu berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Tidak hanya itu, Bimtek ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan, memberikan penyuluhan kesehatan, serta memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Salah satu perhatian utama pemerintah daerah adalah percepatan penurunan angka stunting. Penguatan peran Posyandu dinilai penting untuk mendukung upaya pencegahan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta identifikasi dini terhadap risiko gangguan pertumbuhan di tingkat desa dan kelurahan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Muhardin Muin, mengatakan bahwa pelaksanaan Bimtek bertujuan membangun koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi pelayanan primer Posyandu.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas Tim Pembina Posyandu serta memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis kepada tim pembina di tingkat kecamatan bersama jajaran puskesmas.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru sebagai bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar.

Pemkab Kepulauan Aru berharap melalui kegiatan ini, seluruh Tim Pembina Posyandu semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan koordinasi yang lebih kuat, peningkatan kapasitas kader, serta optimalisasi fungsi Posyandu di setiap desa dan kelurahan, pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Kepulauan Aru diharapkan semakin menjangkau seluruh lapisan masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting. (L02)