AMBON, LaskarMaluku.com – Perayaan Syukur misa perdana Imam baru, RD Jefry Yonas Fenanlampir yang dilangsungkan di Paroki Santa Maria Bintang Laut MBL Ambon, dilaksanakan dua kali perayaan.

RD Yonas pada perayaan Ekaristi Kudus selaku selebran utama, didampingi oleh RD Patris Angwarmasse dan Diakon Mario Rumsori. Dan di perayaan Ekaristi Kudus pada misa kedua, ia didampingi  RD Agus Arbol selaku Sekretaris Keuskupan Amboina, RD Patris Angwarmasse dan Diakon Mario Rumsori.

Perayaan Syukur misa perdana Imam baru, RD Jefry Yonas Fenanlampir, saat memasuki kompleks Gereja Santa Maria Bintang Laut, disambut dengan tarian khas Tanimbar diarak menuju Susteran Tarekat Maria Mediatriks, untuk beristirahat sejenak sambil menunggu dimulainya perayaan Ekaristi Kudus sebagai ungkapan syukur atas Imamat yang diterima pada 11 Juli 2026 di Tobelo, Provinsi Maluku Utara.

RD Yonas mengungkapkan rasa syukur atas Thabisan Imamatnya. Ungkapan syukur kepada Tuhan, dirayakan lewat Ekaristi Kudus yang penuh sukacita bersama umat Allah di paroki Santa Maria Bintang Laut (MBL) Ambon pada misa pertama dan misa kedua ini.

“Bagi saya pribadi perayaan ini memiliki makna yang sangat mendalam Karena untuk pertama kalinya saya berdiri di altar ini sebagai seorang imam namun sesungguhnya misa pertama ini bukanlah tentang imam yang baru melainkan tentang Allah yang selalu baru dalam kasih dan penyelenggaraannya,” kata RD Yonas dalam homilinya, Minggu (26/7/2026).

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan bacaan pertama tadi mengisahkan tentang raja Salomo ketika Tuhan bertanya apa yang hendak kuberikan kepadamu Salomo tidak meminta umur yang panjang kekayaan atau kemenangan atas musuh ia hanya meminta hati yang bijaksana supaya ia mampu membedakan yang baik dan yang jahat serta melayani umat Tuhan dengan benar.

“Inilah doa yang juga lahir dari hati setiap imam. Menjadi imam bukan berarti sudah tahu segalanya bukan berarti selalu kuat bukan berarti tidak pernah lelah justru seorang imam setiap hari memohon kepada Tuhan “Berilah aku hatimu ya Tuhan supaya aku dapat mengasihi umat seperti engkau mengasihi mereka,” Ungkap RD Yonas Fenanlampir.

Hari ini saya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas Rahmat Imamat yang saya terima pada tanggal 11 Juli 2026 kemarin di Tobelo, namun juga saya sadar bahwa, saya hanya lah BEJANA TANAH LIAT, saya memiliki keterbatasan, kelemahan dan kekurangan, karena itu saya mohon doa seluruh umat.

“Jangan hanya bangga mempunyai imam baru, ‘ tetapi bantulah imam baru ini dengan doa agar tetap setia, sampai akhir hidup. Sebaliknya sayapun berjanji untuk berusaha menjadi gembala yang dekat dengan umat, hadir ketika ada yang bersuka cita, minimal yang sedang berduka, menguatkan yang putus asa, mengunjungi yang sakit dan membawa setiap orang, makin dekat kepada Kristus Seraya menandaskan tiga pesan Sabda Tuhan yang kita dengarkan dalam bacaan Injil hari ini (Minggu, 26/7/2026)

Pertama; Mintalah hati yang bijaksana seperti Nabi Salomo, ” agar setiap keputusan dalam seluruh hidup kita selalu berkenan kepada Allah”,

Kedua: Percayalah bahwa Tuhan selalu bekerja dalam seluruh aktivitas kehidupan kita bahkan ketika kita belum mengerti rencananya,

Ketiga; Jadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai harta yang paling berharga. Lebih berharga dari pada jabatan, harta atau kesenangan duniawi.

Semoga misa syukur perdana atau pertama ini bukan hanya sebagai kenangan indah bagi saya sebagai imam baru, tetapi pembaharuan iman bagi seluruh umat.

“Ketika saya datang’ saya disambut, setiap kali saya melaksanakan Misa perdana saya dibeberapa tempat selama kurang lebih satu Minggu ini, saya disambut. Ketika saya disambut begitu meriah, dalam hati saya waktu itu Yesus juga disambut di Yerusalem, dengan sangat meriah, “jangan-jangan pada suatu ketika umat yang sambut saya ini salibkan saya, karena perjalanan Imamat ini masih sangat mudah baru dua Minggu, doakan saya, ketika penyambutan yang begitu luar biasa dari ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Stella Maris, Paroki Santa Maria Bintang Laut (MBL) Benteng Ambon, jangan sampai ada suara dari ibu-ibu WKRI dan atau umat di MBL, pastor Jefri harus salibkan dia’ atau RD Jefry harus mengundurkan diri,” kilah RD Y Fenanlampir.
Dari itu saya mohon marilah kita saling mendoakan, supaya Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai kita.

Senada Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Maria Bintang Laut MBL Ambon, Jack Fofid menegaskan kalau umat Paroki tetap mendukung karya pelayanan setiap Imam baru.

“Paroki Maria Bintang Laut akan senantiasa mendoakan serta mendukung setiap karya pelayanan Pastor Yonas di mana pun Bapa Uskup mengutus Pastor untuk berkarya dalam wilayah Keuskupan Amboina, dan semoga Roh Kudus senantiasa membimbing setiap langkah pelayanan Pastor Jefri, menganugerahkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, menguatkan dalam seti tantangan,” tandas Jack Fofid dalam sambutannya.

Sementara itu perayaan syukur misa perdana Imam baru, RP Yansen Esserey, dengan umat katolik Desa Karlomin, Kecamatan Kesui, Kabupaten Saram Bagian Timur (SBT) di Ambon dilaksanakan di Gunung Nona Ambon pada Jumat, (24/7/2026).

Pada misa perdana itu, RP Yansen Esserey MSC ditemani dua Konfrater MSC yakni RD Belly Yoakhim Resebun dan RP Selestinus Mayabubun.

Misa syukur perdana dari RP Yansen Esserey MSC yang dilangsungkan di Gunung Nona Ambon pada Jumat malam (24/7/2026). Misa syukur ini terlaksana atas persekutuan umat Katolik Desa Karlomin di Ambon.

 

RP Yansen Esserey dan RP Billy Resebun adalah imam Misionaris Hati Kudus Yesus yang ditahbiskan dengan dua imam lainnya yakni RP Petrus Eki Lehalima MSC dan RP Theofilus Manunwembun MSC. Ke-4nya ditahbiskan oleh Yang Mulia Monsegneur (Mgr) Seno Ngutra di gereja Stasi Bunda Hati Kudus, Desa Batlale, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, provinsi Maluku, pada Sabtu (18/7/2026).

RP Yohanes Esserey MSC
Motto:
Pengkotbah 3:1,11.
Segala sesuatu ada masanya, dan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

RP Belly Yoakhim Resubun MSC
Motto: Lukas 1:38
”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

RP Yansen Esserey, MSC dalam homilinya menceritakan sekilas tentang perjalanan studinya di seminari yang penuh dengan berbagai tantangan hidup.

Menurutnya, Motto:
Pengkotbah 3:1,11.
Segala sesuatu ada masanya, dan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.
“Dan saya percaya ada waktunya kita manangis, ada waktunya tertawa, tapi saya yakin sungguh bahwa semua proses yang telah dilaluinya akan membawa kita pada level yang lebih dewasa untuk panggilan suci ini, karena saya percaya Tuhan menghendaki terbaik untuk kita,” kata RP Yansen Esserey dalam homilinya,.

Perayaan syukur melalui Ekaristi Kudus itu, dirayakan secara meriah bersama umat Katolik dari Desa Karlomin di Ambon dan ikut melibatkan rukun Santa Veronica pada Stasi gereja Santo Patrisius Gunung Nona Ambon.
Proficiat dan selamat atas Imamat yang telah diterima semoga Rahmat sakramen Imamat senantiasa menjadi sumber kekuatan dalan menjalankan panggilan dan perutusan sebagai imam kongregasi Misionaris Tarekat Hati Kudus Yesus atau disingkat MSC.

Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) didirikan oleh Pastor Jules Chevalier di Issoudun, Prancis, pada 8 Desember 1854. Berakar pada devosi Hati Kudus Yesus, kongregasi ini bertujuan menghadirkan “Budaya Cinta” Allah di tengah dunia. Semboyan tarekat adalah “Ametur Ubique Terrarum Cor Sacratissimum” (Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana).
Kisah awal mula pendirian dan sejarah Tarekat Misionaris Hati Kudus:
Perkembangan di Indonesia

Tarekat MSC hadir di Indonesia sejak 28 November 1903, dimulai di Kepulauan Kei, saat ini disebut menjadi Kabupaten Maluku Tenggara, provinsi Maluku.
Dari Kepulauan Kei, karya pelayanan mereka berkembang pesat ke berbagai wilayah Nusantara, termasuk Pulau Buru. (L05)