AMBON, LaskarMaluku.com – Pertemuan Puncak Forum Komunikasi Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FORKOM FKIP) Negeri se-Indonesia Tahun 2026 resmi digelar di Kota Ambon, Maluku, pada 5–8 November 2026.
Mengusung tema “Baku Kele Toma Maju, Harmony in Diversity” atau yang juga dimaknai melalui filosofi lokal “Manggorebe Tomomaju – Harmony in Diversity”, forum nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat persaudaraan, kolaborasi akademik, serta sinergi antar-Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) negeri di Indonesia.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, kawasan Tantui, Ambon, Kamis malam (5/11/2026). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
Sekitar 350 peserta yang terdiri dari para dekan, ketua program studi, serta perwakilan 34 LPTK negeri dari seluruh Indonesia menghadiri pertemuan ini. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari kebijakan pendidikan nasional, peningkatan mutu tenaga pendidik, penguatan akreditasi hingga pengembangan kolaborasi pendidikan tinggi di masa depan.
Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru harus menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda kerja sama FORKOM FKIP.
Menurutnya, kualitas guru sangat ditentukan oleh kapasitas dosen di lingkungan FKIP, terutama dalam mempersiapkan kurikulum, mengembangkan proses pembelajaran, serta melaksanakan evaluasi pendidikan yang berkualitas.
“Peningkatan mutu guru kita tentu didasari sungguh pada kemampuan tenaga dosen di lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kemampuan dosen untuk menyiapkan kurikulum, menyiapkan proses pembelajaran, serta evaluasi yang baik menjadi sangat penting untuk kepentingan akreditasi unggul,” ujar Fredy.
Ia menjelaskan, FKIP Unpatti saat ini memiliki 19 program studi, terdiri atas 18 program sarjana dan satu program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Di bawah kepemimpinan Dekan FKIP, Prof. Dr. Izak Wenno, sejumlah program studi terus didorong untuk meningkatkan kualitas dan capaian akreditasi. Saat ini, tiga program studi telah meraih predikat unggul, termasuk Program Studi Biologi.
Fredy menegaskan, peningkatan akreditasi merupakan bagian dari komitmen Unpatti dalam mewujudkan visi universitas sebagai perguruan tinggi yang unggul, bersinar, dan menuju World Class University.
“Visi Unpatti saat ini adalah unggul, bersinar dan World Class University. Karena itu, kita fokuskan pada pengembangan akreditasi unggul pada program studi. Saat ini telah mencapai 19 program studi unggul,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan bahwa Unpatti juga tengah mempersiapkan proses penilaian akreditasi internasional oleh Accreditation, Certification, and Quality Assurance Institute (ACQUIN), lembaga akreditasi internasional berbasis di Jerman.
Proses asesmen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22–26 November 2026 dan akan mencakup 13 program studi di lingkungan Universitas Pattimura.
Menurut Fredy, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan pengakuan internasional terhadap mutu akademik Unpatti.
Ia berharap, melalui FORKOM FKIP, seluruh perguruan tinggi peserta dapat membangun kolaborasi yang lebih konkret, khususnya dalam peningkatan akreditasi program studi, pertukaran pengalaman akademik, serta pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.
Perkuat Pendampingan dan Profesionalisme Guru
Selain peningkatan mutu akademik dan akreditasi, Fredy juga menyoroti pentingnya membangun jejaring kerja sama untuk mengawal kualitas lulusan pendidikan hingga memasuki dunia profesi.
Menurutnya, tanggung jawab lembaga pendidikan tenaga kependidikan tidak berhenti setelah menghasilkan lulusan sarjana pendidikan maupun guru yang telah mengikuti pendidikan profesi.
Perguruan tinggi, kata dia, juga perlu mengambil peran dalam memastikan para lulusan mampu berkembang menjadi tenaga pendidik profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.
“Kami melihat bahwa setelah kita mendata guru sampai menghasilkan output berupa lulusan sarjana pendidikan, persoalannya adalah bagaimana sampai pada Tunjangan Profesi Guru (TPG), mereka menjadi guru yang profesional, tetapi juga bagaimana kita mengawal mereka,” ungkapnya.
Ia menilai FORKOM FKIP memiliki tanggung jawab strategis untuk melahirkan gagasan dan program bersama dalam mendampingi guru, termasuk para kepala sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Fredy berharap forum tersebut dapat menghasilkan pemikiran konstruktif mengenai pola pendampingan terhadap lulusan sarjana pendidikan maupun lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Ia juga mendorong penguatan hubungan kelembagaan antara FORKOM FKIP dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Menurutnya, PGRI merupakan organisasi yang menghimpun para guru, termasuk mereka yang merupakan lulusan dari lembaga pendidikan tenaga kependidikan. Oleh sebab itu, hubungan sinergis antara perguruan tinggi dan organisasi profesi guru perlu terus dibangun.
Adaptasi Pendidikan Terhadap Perkembangan AI
Hal lain yang menjadi perhatian Rektor Unpatti adalah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Ia menekankan pentingnya lembaga pendidikan tenaga kependidikan untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi pembelajaran, tanpa mengabaikan aspek evaluasi terhadap kemampuan dan perkembangan peserta didik.
“Dalam kaitan dengan pengembangan teknologi yang sangat cepat, bagaimana penggunaan AI dalam pembelajaran, kita menekankan pada aspek kurikulum, teknologi pembelajaran, dan evaluasi terhadap kemampuan anak-anak kita,” pungkas Fredy.
Melalui forum nasional ini, ia berharap para pimpinan FKIP dari berbagai perguruan tinggi negeri dapat merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan, sekaligus memperkuat kualitas guru Indonesia di tengah perubahan zaman.
Pertemuan Puncak FORKOM FKIP 2026 turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, S.T., S.H., Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F. F. Taso, M.Si., serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi, tamu undangan, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Penyelenggaraan FORKOM FKIP 2026 di Ambon diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertemuan para pimpinan fakultas, tetapi juga melahirkan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan guru, meningkatkan daya saing perguruan tinggi, serta membangun masa depan pendidikan Indonesia melalui kolaborasi dan keberagaman. (L05)
