AMBON, LaskarMaluku.com — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena melantik 224 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, Jumat (11/9/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Pattimura Park, Kota Ambon, itu terdiri dari 86 pejabat administrator, 133 pejabat pengawas, dan lima pejabat dari Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Pengambilan sumpah/janji dan pelantikan ditandai dengan penyematan tanda pangkat oleh Bodewin. Pengangkatan para pejabat tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Ambon Nomor 661 dan 662 Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bodewin mengatakan penataan birokrasi merupakan salah satu bagian penting dari program prioritas Pemerintah Kota Ambon. Ia bersama Wakil Wali Kota dan Sekretaris Kota Ambon berupaya memastikan proses pengangkatan dan penempatan ASN dilakukan secara objektif sesuai ketentuan kepegawaian.
Menurutnya, penataan birokrasi diarahkan untuk membangun pemerintahan yang memiliki kapasitas, profesional, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
“Tujuan ini hanya bisa tercapai kalau kita selektif mungkin menempatkan pejabat pada tempatnya yang tepat,” tegas Bodewin.
Ia menjelaskan, proses penentuan pejabat tidak dilakukan secara sepihak oleh wali kota. Usulan diserahkan kepada pimpinan OPD karena kepala dinas atau pimpinan badan dinilai paling mengetahui kapasitas, kinerja dan kemampuan bawahannya.
“Bapak ibu lebih tahu kapasitas, lebih tahu siapa orang yang tepat menduduki jabatan,” ujarnya.
Bodewin menegaskan, seluruh pejabat yang dilantik merupakan hasil usulan pimpinan OPD. Karena itu, tidak boleh lagi ada alasan organisasi perangkat daerah tidak dapat bekerja maksimal karena kekurangan personel atau jabatan yang belum terisi.
“Kalau para kepala dinas sudah memilih dan menetapkan saudara-saudara, dan dikukuhkan serta diangkat oleh wali kota, tidak ada lagi alasan hari ini dinas ini belum bisa berjalan dengan baik karena kekurangan personel. Semua sudah terisi,” tegasnya.
Ia berharap para pejabat yang dilantik mampu membantu pimpinan OPD menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Foto bersama Walikota Ambon Bodewin Wattimena bersama Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimana dan Forkopimda usai pelantikan
Bodewin juga memastikan seluruh proses pengangkatan pejabat telah dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan kepegawaian.
Untuk jabatan tertentu, termasuk di lingkungan Dukcapil, prosesnya harus melalui usulan dan rekomendasi Kementerian Dalam Negeri. Selanjutnya, proses kepegawaian juga harus mendapatkan pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Jadi, saya rasa tidak ada lagi persoalan di proses pengangkatan. Kita melakukannya dengan sebaik mungkin, menempatkan orang pada tempatnya supaya kita bergerak dengan cepat,” katanya.
Menurut Bodewin, penataan personel tersebut diharapkan membuat mesin birokrasi Pemerintah Kota Ambon dapat bergerak lebih efektif, mulai dari OPD hingga kecamatan dan kelurahan.
Ia mengatakan pemerintah kota juga mulai memperkuat personel di tingkat kelurahan. Langkah tersebut dilakukan setelah sebelumnya sejumlah lurah mengeluhkan keterbatasan pegawai.
“Kalau selama ini para lurah mengeluh bahwa hanya dua orang di kelurahan, hari ini kita sudah isi semua dan nanti diikuti dengan penempatan pegawai staf untuk membantu para lurah di kelurahan,” ujarnya.
Bodewin menargetkan setiap kelurahan nantinya memiliki sekitar tujuh hingga 10 pegawai.
Menurutnya, penguatan personel di tingkat kelurahan sangat penting karena kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan publik.
“Kalau hanya empat orang, siapa mau bikin apa? Padahal ujung tombak pelayanan kita ada pada kelurahan-kelurahan,” katanya.
Ia juga meminta seluruh personel di tingkat kecamatan diperkuat agar pelayanan publik pada tingkat paling bawah dapat berjalan dengan baik.
Pejabat Diminta Berintegritas dan Tidak Takut Persoalan
Setelah seluruh proses pengangkatan dilalui, Bodewin menegaskan tanggung jawab selanjutnya berada di tangan para pejabat yang baru dilantik.
Ia meminta para pejabat menjadi aparatur yang berintegritas, memiliki komitmen, jujur, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, integritas tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan, tetapi terutama melalui konsistensi menjalankan aturan dan tugas yang telah diberikan.
“Yang kita inginkan adalah saudara menjadi pejabat-pejabat yang berintegritas. Berintegritas itu punya komitmen. Bicara apa, kerjakan apa. Jangan banyak bicara, tetapi lain yang dikerjakan,” tegasnya.
Bodewin juga mengingatkan para pejabat agar tidak takut menghadapi persoalan dan tantangan yang ada di Kota Ambon.
Ia menilai seorang pejabat harus berani turun langsung menggeluti persoalan yang terjadi, mencari solusi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Kita akan berhadapan dengan banyak persoalan dan tantangan. Tetapi ASN Kota Ambon tidak boleh takut dengan tantangan, tidak boleh takut dengan masalah,” ujarnya.
Bahkan, Bodewin memberikan peringatan keras kepada pejabat yang hanya ingin bekerja dalam kondisi nyaman.
“Kalau mau ada dalam zona nyaman, mau bekerja cuma di hal-hal biasa saja, tidak perlu menjadi pejabat,” tegasnya.
Menurutnya, jabatan diberikan bukan untuk mencari kenyamanan, melainkan sebagai amanah dan tugas yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Karena saudara sudah menjadi pejabat, tugas saudara-saudara adalah menggeluti persoalan yang terjadi, cari solusi, buat Ambon semakin baik. Tidak boleh mengeluh. Itulah pengabdian kita untuk kota ini,” katanya.
Bodewin juga mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk meninggalkan sejarah yang baik selama menjalankan tugas sebagai ASN.
Ia mengatakan setiap pejabat pada akhirnya akan mengakhiri masa jabatan dan memasuki masa pensiun. Karena itu, setiap orang harus menentukan seperti apa sejarah yang akan ditinggalkan selama menjalankan amanah.
“Saya berkali-kali bilang, kalau mau menjadi pelaku sejarah yang baik, saatnya kita bekerja. Selama kita pensiun, selama kita akhiri tugas dan tanggung jawab, pertanyaannya kita mau tinggalkan tugas dan tanggung jawab jabatan yang kita miliki dengan sejarah yang baik ataukah buruk,” tuturnya.
Bodewin berharap seluruh pejabat memilih meninggalkan sejarah yang baik melalui kinerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga meminta pejabat administrator dan pejabat pengawas bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi, membangun koordinasi yang baik dengan sesama pejabat maupun bawahan, serta menghormati pimpinan.
“Jangan menjadi orang-orang yang mentang-mentang pejabat. Bimbing, bina staf. Dengan pimpinan hargai pimpinan,” pesannya.
Menurut Bodewin, kerja yang baik juga menjadi bagian dari proses pengembangan karier ASN. Pejabat pengawas yang menunjukkan kinerja baik dapat memiliki kesempatan berkembang menjadi pejabat administrator, begitu pula pejabat administrator berpeluang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama sesuai ketentuan dan kebutuhan organisasi.
“Itulah karier. Tidak mungkin bekerja tidak baik akan dapat jabatan yang lebih tinggi. Ini motivasi kepada kalian,” katanya.
Di akhir sambutannya, Bodewin kembali menekankan pentingnya kerja sesuai tugas dan fungsi serta koordinasi antarjajaran.
Ia meminta para pejabat mendukung pimpinan OPD agar seluruh target pemerintahan, pelayanan publik dan pembangunan di Kota Ambon dapat berjalan dengan baik.
“Kerjakanlah itu dengan baik. Kalau semua bekerja sesuai dengan bidang dan tugas, apa yang kita takutkan? Pemerintahan akan berjalan dengan baik, pelayanan publik akan berjalan dengan baik, pembangunan terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (L06)
