AMBON, LaskarMaluku.com – Pemerintah Kota Ambon menggelar forum terbuka bertajuk “Bacarita Deng Calon Sekda” yang dipimpin langsung Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, di Ruang Rapat Vlissingen, Lantai II Kantor Wali Kota Ambon, Senin (15/6).
Kegiatan ini menghadirkan tiga calon Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, yakni Apries Gaspersz, Robby Sapulette, dan Steven Dominggus, sebagai bagian dari tahapan akhir seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Wali Kota menjelaskan proses seleksi Sekretaris Daerah telah memasuki tahap akhir. Mulai dari pembentukan panitia seleksi, asesmen, hingga penetapan tiga besar calon telah rampung dilaksanakan. Saat ini keputusan akhir berada di tangan Wali Kota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian.
Menurut Wattimena, forum tersebut digelar sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat sekaligus untuk melihat secara langsung kemampuan para kandidat dalam menganalisis persoalan dan menawarkan solusi bagi pembangunan Kota Ambon.
“Hari ini kita melaksanakan satu kegiatan yang mungkin menimbulkan banyak pertanyaan. Sebenarnya proses seleksi Sekretaris Daerah sudah berjalan sesuai mekanisme dan tinggal menunggu keputusan akhir. Namun melalui kegiatan ini, kita ingin terbuka kepada publik dan mendengar secara langsung pandangan para calon Sekda tentang berbagai persoalan yang dihadapi Pemerintah Kota Ambon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Ambon saat ini tengah berupaya mewujudkan visi pembangunan kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. Namun berbagai tantangan seperti keterbatasan fiskal, pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD), efisiensi anggaran, hingga rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi persoalan yang harus dijawab secara bersama.
Karena itu, ketiga kandidat diminta memaparkan strategi dan solusi menghadapi tantangan tersebut.
Apries Gaspersz menilai inovasi menjadi kunci utama menghadapi tekanan fiskal yang semakin berat. Menurutnya, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mampu melahirkan inovasi yang tidak bergantung pada APBD.
“Dengan kondisi fiskal saat ini, inovasi adalah harga mati. Minimal satu OPD satu inovasi. Melalui inovasi kita bisa menciptakan sumber-sumber pendapatan baru dan menjawab berbagai tantangan pembangunan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi potensi pendapatan daerah melalui verifikasi dan pengembangan sumber-sumber PAD yang belum tergarap maksimal.
Sementara itu, Robby Sapulette menilai keterbatasan fiskal berdampak pada pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah daerah. Karena itu, menurutnya, optimalisasi pendapatan daerah dan pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) harus dilakukan secara maksimal.
“Seluruh potensi pendapatan yang ada harus dioptimalkan. Selain itu, dukungan CSR perlu dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Di sisi lain, Steven Dominggus menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap kondisi yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
“Kalau anggaran terbatas maka efisiensi harus dilakukan. Yang sudah baik ditingkatkan, yang belum maksimal diperbaiki. Adaptasi menjadi pilihan terbaik menghadapi kondisi saat ini,” katanya.
Dalam sesi berikutnya, ketiga kandidat juga diminta menyampaikan pandangan terkait kebijakan pemerintah pusat yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen mulai tahun 2027.
Ketiganya sepakat tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak boleh dirumahkan meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal.
Menurut mereka, PPPK merupakan bagian penting dari birokrasi Pemerintah Kota Ambon yang telah lama mengabdi dan berkontribusi dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Mereka bukan orang baru. Mereka sudah lama mengabdi untuk Pemerintah Kota Ambon. Karena itu PPPK harus tetap dipertahankan dan kita bersama-sama mencari solusi agar target belanja pegawai tetap dapat dipenuhi,” tegas para kandidat.
Forum Bacarita tersebut menjadi ajang bagi ketiga calon Sekkot untuk menunjukkan kapasitas, gagasan, dan kemampuan mereka dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan Kota Ambon sebelum Wali Kota menentukan satu nama yang akan menduduki jabatan Sekretaris Kota Ambon definitif.(L06)

