AMBON, LaskarMaluku.com – Pemerintah Kota Ambon bersama Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memperkuat komitmen membangun kesadaran bela negara di kalangan generasi muda sebagai langkah menghadapi ancaman nonmiliter, terutama penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian di era digital.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Pembukaan Kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) Lingkup Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Kamis (30/7).

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan apresiasi kepada Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI yang telah memilih Kota Ambon sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI yang telah menjadikan Kota Ambon sebagai lokus pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi pembinaan kesadaran bela negara,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mendukung seluruh program pembinaan bela negara sebagai investasi membangun karakter generasi muda.

“Pemerintah Kota Ambon berkomitmen bersama-sama mendukung seluruh program untuk meningkatkan kesadaran bela negara, khususnya bagi generasi muda Kota Ambon,” katanya.

Ia mengajak generasi muda membiasakan diri menjadikan nilai persatuan dan kesatuan sebagai dasar dalam setiap tindakan dan perilaku sehari-hari.

“Tantangan yang kita hadapi tidak bisa dianggap ringan. Karena itu penguatan karakter, mental, bahkan spiritualitas generasi muda menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Ambon,” tegasnya.

Menurut Bodewin, berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah selama ini diarahkan untuk mempererat kohesi sosial, memperkuat kebersamaan, dan mencegah masyarakat terpengaruh oleh dampak negatif perkembangan zaman.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ia juga mengajak seluruh masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih selama bulan Agustus sebagai wujud nyata cinta tanah air.

“Kalau kemarin kita ramai memasang bendera tim Piala Dunia, sekarang saatnya kita memasang Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing sebagai simbol kecintaan kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Wali Kota turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang mengangkat identitas suku, ras, maupun kelompok tertentu.

“Kalau ada persoalan hukum atau kriminal, serahkan kepada aparat penegak hukum. Jangan kita memperkeruh keadaan dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan,” katanya.

Ia berharap generasi muda Ambon dipersiapkan menjadi pelaku utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Jangan sampai generasi muda hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku aktif pembangunan bangsa. Pembinaan kesadaran bela negara adalah investasi bagi masa depan Kota Ambon, Maluku, dan Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI sekaligus Ketua Tim, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han, mengatakan ancaman terhadap bangsa saat ini semakin kompleks dan tidak lagi didominasi ancaman militer.

“Ancaman yang kita hadapi saat ini justru lebih banyak berasal dari ancaman nonmiliter, terutama di era digital melalui penyebaran disinformasi, berita bohong, dan ujaran kebencian yang setiap hari kita konsumsi,” ujarnya.

Ia menilai derasnya arus informasi membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan.

Karena itu, menurutnya, bela negara harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk bijak menggunakan media sosial.

“Kalau menerima informasi, pikirkan dulu apakah benar atau tidak, apakah bermanfaat atau tidak. Kalau benar dan bermanfaat silakan dibagikan, tetapi kalau tidak benar jangan ikut menyebarkannya,” tegasnya.

Brigjen Parluhutan juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi, khususnya di Kota Ambon yang memiliki sejarah konflik namun kini dikenal sebagai kota yang damai.

“Persatuan, kesatuan, dan toleransi harus terus kita jaga. Itulah bentuk nyata bela negara yang bisa kita lakukan setiap hari,” katanya.

Ia berharap para peserta sosialisasi menjadi duta bela negara di lingkungan masing-masing dan mampu menjadi pemimpin Indonesia Emas 2045 yang berkarakter, bermoral, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Karakter, moralitas, dan kecintaan kepada bangsa adalah fondasi utama menghadapi tantangan masa depan. Nilai-nilai bela negara harus ditanamkan sejak sekarang agar generasi muda mampu menjadi pemimpin yang amanah,” pungkasnya. (L06)