AMBON, LaskarMaluku.com – Duta Besar Dubes) Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Taula, mengunjungi Universitas Pattimura (Unpatti), Selasa (16/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Pemerintah Selandia Baru dan Unpatti dalam pengembangan energi bersih dan energi terbarukan di Maluku.
Wakil Rektor Bidang Akdemik Universitas Patitmura, Prof Dominggus Malle, menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Taula.
Dalam kunjungannya, Phillip Taula mengungkapkan kegembiraannya dapat mengunjungi Ambon untuk pertama kalinya. Salah satu tujuan utama kunjungannya adalah peluncuran proyek New Zealand–Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES) 2, dengan Universitas Pattimura sebagai salah satu mitra penting dalam program tersebut.
“Saya senang sekali bisa ke Ambon pertama kali. Tujuan utama untuk kunjungan ini adalah untuk meluncurkan proyek New Zealand MATES 2. Dan salah satu partner yang penting di dalam proyek itu adalah Unpatti,” ujar Phillip Taula.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga berkesempatan bertemu dengan pimpinan Universitas Pattimura serta melihat berbagai fasilitas yang dimiliki Unpatti, termasuk solar Laboratorium Unpatti yang selama beberapa tahun terakhir mendapat dukungan dari Pemerintah Selandia Baru.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Selandia Baru untuk membangun kerja sama dengan Maluku dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap energi, khususnya energi bersih.
“New Zealand juga mendukung dalam beberapa tahun terakhir ini sebagai fokus kami untuk coba bekerja sama dengan Maluku untuk meningkatkan akses untuk energi, energi bersih,” jelasnya.
Melalui program NZMATES 2, Pemerintah Selandia Baru berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra di Maluku, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku, Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Ambon, Yayasan Mercy Corps, GHD, serta sejumlah mitra lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan energi bersih hingga tingkat masyarakat lokal.
Phillip Taula mengatakan, salah satu hal penting dalam program tersebut adalah memastikan pemanfaatan energi terbarukan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., mengatakan kerja sama Unpatti dengan Pemerintah Selandia Baru melalui Kedutaan Besar Selandia Baru dan tim NZMATES telah berlangsung sejak 2019.
Menurut Prof. Malle, kerja sama tersebut kemudian berkembang hingga pada 2021 dibangun fasilitas energi terbarukan di Unpatti. Keterlibatan Unpatti merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya Selandia Baru dalam mempromosikan energi bersih dan energi terbarukan.
Ia menjelaskan, program NZMATES telah memasuki fase kedua setelah fase pertama dilaksanakan selama kurang lebih lima tahun. Dalam NZMATES 2.0, Unpatti tetap menjadi bagian dari program tersebut.
Prof. Malle berharap fasilitas dan laboratorium energi terbarukan di kampus tidak sekadar menjadi pajangan, melainkan menjadi sarana promosi masif untuk mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke energi bersih.
Beliau juga berharap teknologi PLTS ini terus dimanfaatkan mahasiswa sebagai media belajar inovatif berbasis Internet of Things (IoT) pada sektor pertanian dan perikanan, sekaligus memicu civitas akademika untuk “keluar dari kampus” dalam melatih serta membantu kelistrikan masyarakat di daerah 3T. Pada akhirnya, sinergi ini diharapkan mampu menyokong target nasional 100 GWp energi matahari, termasuk mendukung rencana pembangunan PLTS skala besar di Kepulauan Aru. (L05)






