AMBON, LaskarMaluku.com – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bidang energi terbarukan, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga terampil untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) di Maluku.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula bersama ibu Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU.,ke Polnam, Senin (14/9/2026).
Dalam agenda tersebut, Polnam menjadi bagian dari Kick Off Ceremony of Solar and Micro Hydro Labs, sekaligus peresmian Laboratorium Tenaga Surya dan Mikro Hidro hasil kerja sama NZMATES, Kementerian ESDM RI dan PT PLN.
Plt Direktur Polnam Lory Marcus Parera mengatakan pengembangan fasilitas dan program pendidikan energi terbarukan merupakan respons terhadap kebutuhan tenaga teknis di Maluku.
“Banyak sekali PLTS yang ada di daerah tapi kok tidak ada sumber daya. Nah, dari situlah embrio itu kami berinisiatif untuk membentuk prodi baru,” kata Plt Direktur Politeknik Negeri Ambon, Lory Marcus Parera.
Ia mengakui, Polnam telah memperoleh izin pembukaan program studi energi terbarukan dan pada 2026 mulai menerima mahasiswa baru.
Program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang berkaitan dengan berbagai teknologi energi terbarukan.
Lory menyebut kurikulum tidak hanya diarahkan pada tenaga surya, tetapi juga mencakup mikrohidro, panas bumi, serta komponen energi terbarukan lainnya.
“Jadi semua komponen terkait dengan energi terbarukan kami sudah rampung dalam kurikulum. Tinggal kami melakukan implementasinya saja,” ujarnya.
Penguatan pendidikan vokasi tersebut menjadi semakin strategis karena pemerintah tengah mendorong elektrifikasi wilayah terpencil dan kepulauan, termasuk melalui pengembangan PLTS off-grid.
Bagi Polnam, kebutuhan tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memastikan masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan energi, tetapi juga memiliki tenaga lokal yang mampu membangun, mengoperasikan, dan memelihara fasilitas energi terbarukan.
Karena itu, keberadaan laboratorium baru dan program studi energi terbarukan diharapkan menjadi fondasi bagi Polnam untuk mencetak tenaga terampil yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan energi di Maluku. (L05)







