AMBON, LaskarMaluku.com – Direktur baru Politeknik Negeri Ambon (Polnam) periode 2026–2030, Marceau Armstrong Fillex Haurissa, menyatakan komitmennya untuk membawa Polnam menjadi institusi pendidikan vokasi yang semakin unggul, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam acara ramah tamah dan pisah sambut Direktur Polnam yang berlangsung di Aula Politeknik Negeri Ambon, Kamis (18/6/2026), sebagai momentum transisi kepemimpinan dari Direktur periode 2022–2026, Dady Mairuhu, kepada kepemimpinan baru.

Acara yang dihadiri Ketua Senat Politeknik Negeri Ambon beserta anggota senat, para wakil direktur, kepala pusat, kepala bagian, kepala sub bagian, sekretaris jurusan, ketua program studi, dosen, pranata laboratorium pendidikan (PLP), serta tenaga kependidikan itu tidak hanya menjadi seremoni pergantian pimpinan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang penghormatan atas pengabdian kepemimpinan sebelumnya sekaligus penegasan arah baru pembangunan Polnam dalam empat tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Armstrong Haurissa menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan harus dimaknai sebagai proses keberlanjutan pembangunan institusi, bukan sekadar pergantian figur.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dady Mairuhu yang telah memimpin Polnam selama periode 2022–2026 dan meletakkan berbagai fondasi penting bagi pengembangan kampus vokasi tersebut.

“Acara ramah tamah dan pisah sambut yang digelar saat ini bukan sekadar seremoni biasa sebagai bagian dari pergantian kepemimpinan, tetapi ini adalah momentum keluarga besar Politeknik Negeri Ambon untuk menyampaikan terima kasih, penghargaan, dan rasa hormat kepada kepemimpinan sebelumnya,” kata Direktur Polnam, Marceau Armstrong Fillex Haurissa.

Menurutnya, setiap periode kepemimpinan memiliki tantangan, dinamika, dan pergumulan yang berbeda. Namun seluruh proses yang telah dilalui menjadi bagian dari fondasi yang harus dijaga dan dilanjutkan bersama.

Max sapaan akrab Haurissa menjelaskan bahwa dirinya secara resmi telah dilantik oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 8 Juni 2026 sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon periode 2026–2030.

Amanah tersebut, menurutnya, bukan tanggung jawab yang ringan mengingat tantangan pendidikan vokasi yang semakin kompleks dan tuntutan dunia industri yang terus berkembang.

“Amanah ini tentu bukan amanah ringan, bapak dan ibu, tetapi saya percaya bahwa saya tidak berjalan sendiri. Saya berdiri di tengah keluarga besar Polnam yang memiliki banyak pengalaman, kapasitas, dedikasi, dan cinta yang besar kepada kampus ini. Karena itu saya mengajak kita semua untuk menyatukan hati, menyatukan langkah, dan menyatukan energi kita untuk membangun Polnam ke depan,” kata Marceau Armstrong Fillex Haurissa.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Polnam tidak dapat dilakukan oleh satu orang atau satu kelompok tertentu.

Keberhasilan institusi, menurutnya, bergantung pada kolaborasi seluruh elemen kampus, termasuk pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra industri, pemerintah daerah, dan masyarakat Maluku secara luas.

Dalam visi kepemimpinannya, Armstrong menargetkan Polnam menjadi rumah pendidikan vokasi yang semakin diminati generasi muda Maluku dan kawasan Indonesia Timur.

Kampus harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi nyata dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja.

“Empat tahun ke depan kita ingin membawa Politeknik Negeri Ambon menjadi politeknik yang semakin unggul, semakin adaptif, dan semakin dipercaya oleh masyarakat. Polnam harus menjadi rumah pendidikan vokasi yang menarik bagi generasi muda Maluku dan Indonesia Timur. Tempat mereka datang untuk belajar, berlatih, berkarya, dan pulang membawa kompetensi nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Armstrong menekankan pentingnya penguatan pendidikan berbasis teknologi terapan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Ia menilai posisi strategis Maluku sebagai daerah kepulauan dengan potensi maritim, perikanan, pariwisata, energi, serta ekonomi berbasis sumber daya lokal harus menjadi pijakan utama dalam pengembangan program pendidikan di Polnam.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, ia mendorong optimalisasi laboratorium sebagai pusat riset terapan dan penguatan kerja sama industri sebagai bagian integral dari sistem pendidikan vokasi.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa visi besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh civitas akademika memiliki budaya kerja yang sehat, disiplin, terbuka terhadap perubahan, dan mampu membangun kolaborasi yang kuat.

“Mari kita tinggalkan hal-hal yang menghambat dan kita perkuat hal-hal yang menyatukan,” kata Marceau Armstrong Fillex Haurissa.

Selain aspek akademik dan kemitraan industri, Armstrong juga menyoroti pentingnya tata kelola institusi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Ia berharap Polnam mampu memperkuat kualitas akademik sekaligus membangun kehidupan kampus yang lebih dinamis dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi keberlanjutan institusi pendidikan vokasi. Karena itu, Polnam harus mampu menjadi pilihan utama bagi generasi muda Maluku yang ingin memperoleh pendidikan berbasis kompetensi dan keterampilan kerja.

“Anak-anak Maluku harus melihat Polnam sebagai pilihan utama untuk masa depan mereka. Orang tua harus percaya bahwa menitipkan anak di Polnam adalah menitipkan harapan pada pendidikan vokasi yang bermutu,” ujarnya.

Dalam suasana pisah sambut tersebut, Armstrong juga mengajak seluruh keluarga besar Polnam untuk menjaga persaudaraan dan menghilangkan sekat-sekat yang berpotensi menghambat kemajuan institusi. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen kampus, termasuk para mantan pimpinan, tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Polnam ke depan.

“Yang selesai masa tugasnya tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polnam. Yang memulai tugas baru harus merangkul semua kekuatan yang ada. Tidak ada yang ditinggalkan, tidak ada yang berjalan sendiri. Kita semua satu rumah, satu semangat, satu tujuan. Polnam maju, Polnam unggul, Polnam membanggakan Maluku dan Indonesia,” kata Haurissa.

Pergantian kepemimpinan di Politeknik Negeri Ambon ini menjadi momentum strategis bagi penguatan pendidikan vokasi di Maluku. Di tengah kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat dan tuntutan industri yang semakin dinamis, arah pembangunan yang berfokus pada kompetensi, inovasi terapan, dan kemitraan industri menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing lulusan serta kontribusi institusi terhadap pembangunan daerah.

Sementara itu, Dady Mairuhu menegaskan, kalau dirinya tetap berada dan berdiri bersama Direktur yang baru.

“Beta seng mau lepas, Beta (saya) selalu dengan Pa Max. karena pisah sambut ini hanya sementara dan kita selalu ada bersama dengan pak Direktur,” kata Dady Mairuhu, seraya menegaskan kembali kalau tidak perlu ragu, kita semua berdiri untuk bersama-sama dengan pak Direktur.

“Secara pribadi dan keluarga saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sevitas akademik Polnam, atas kebersamaan, dukungan, kerjasama serta berbagai masukan yang telah diberikan kepada saya selama mengemban amanah selama sebagai direktur periode 2022-2026,” ucap Dady.

Dady Mairuhu, S.T., M.T. terakhir kali dilantik sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam) untuk periode keduanya pada 7 Juni 2022. Ia memimpin Polnam selama dua periode berturut-turut dari tahun 2018 hingga 2026.Saat ini jabatan Direktur Polnam telah beralih kepada Marceau Armstrong Fillex Haurissa, untuk periode 2026-2030.

Marceau Armstrong Fillex Haurissa terpilih sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam) untuk masa jabatan 2026-2030 pada Rapat Senat Tertutup yang diselenggarakan tanggal 29 April 2026, dan dilantik secara resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi pada 8 Juni 2026 di Jakarta. (L05).