AMBON, LaskarMaluku.com – Perjalanan selama 69 tahun menjadikan SMP Negeri 4 Ambon bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi bagian penting dari sejarah perkembangan pendidikan di Kota Ambon.

Ribuan alumninya telah berkiprah di berbagai bidang, sementara sekolah ini terus diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Harapan itu disampaikan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 SMP Negeri 4 Ambon, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri jajaran pemerintah, dewan guru, siswa, alumni, komite sekolah, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Walikota mengapresiasi dedikasi seluruh keluarga besar SMP Negeri 4 Ambon yang selama hampir tujuh dekade konsisten memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kota Ambon.

“Selamat ulang tahun ke-69 untuk keluarga besar SMP Negeri 4 Ambon. Perjalanan panjang ini menjadi bukti bahwa sekolah mampu bertahan, berkembang, dan terus mencetak generasi yang berkualitas.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras guru, tenaga kependidikan, orang tua, alumni, dan seluruh peserta didik,” ujarnya.

Menurut Bodewin, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Karena itu, sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, integritas, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Anak-anak kita harus dipersiapkan menjadi generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman. Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas, dan siap bersaing,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan sarana pembelajaran, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pengembangan potensi siswa di berbagai bidang.

“Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan agar setiap anak di Kota Ambon memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai bakat dan kemampuannya. Dari sekolah-sekolah inilah lahir calon pemimpin masa depan yang akan membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa,” ungkapnya.

Kepada para siswa, Walikota berpesan agar menjadikan usia ke-69 SMP Negeri 4 Ambon sebagai motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan mengukir prestasi.

“Jangan pernah takut bermimpi. Hormati guru dan orang tua, terus belajar dengan sungguh-sungguh, karena masa depan Kota Ambon ada di tangan generasi muda yang sedang dipersiapkan hari ini,” pesannya.

Perayaan HUT ke-69 SMP Negeri 4 Ambon semakin semarak dengan kegiatan jalan santai yang diikuti warga sekolah dan alumni, dilanjutkan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang dibawakan para siswa.

Penampilan tersebut mencerminkan komitmen sekolah dalam mengembangkan kecerdasan intelektual, bakat, karakter, sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah.

Momentum peringatan hari jadi ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, alumni, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Dengan semangat kebersamaan, SMP Negeri 4 Ambon diharapkan terus menjadi salah satu sekolah unggulan yang melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Ambon, Kustanto, mengatakan ini SMP Negeri 4 Ambon menyelenggarakan perayaan ulang tahun yang ke-69. Kami tetap mengedepankan dua hal, yaitu peningkatan pengetahuan siswa, baik dari sisi akademik maupun pengembangan bakat dan minat. Namun yang paling penting adalah peningkatan karakter siswa,” ujar Kustanto.

Menurutnya, keberhasilan SMP Negeri 4 Ambon mempertahankan kualitas pendidikan hingga usia ke-69 tidak terlepas dari sinergi antara sekolah, komite, dan orang tua siswa. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Kami bersyukur karena komite dan orang tua terus mendukung lembaga ini. Kolaborasi seperti inilah yang sangat kami butuhkan untuk membangun pendidikan yang berkualitas,” katanya.

ustanto menilai perkembangan teknologi digital menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi memengaruhi perilaku dan konsentrasi belajar siswa.

Karena itu, pihak sekolah bersama orang tua telah membangun kesepahaman untuk mengawasi penggunaan telepon genggam agar teknologi dimanfaatkan secara positif dan tidak mengganggu proses belajar.

Media sosial apabila tidak diarahkan dengan baik dapat memberikan pengaruh negatif kepada anak-anak. Kami sudah bersepakat dengan orang tua untuk bersama-sama mengantisipasi hal tersebut agar anak-anak tetap fokus belajar dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif,” jelasnya.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Ambon dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas diskriminasi. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentengi peserta didik dari berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk aksi tawuran

Kami akan terus mendukung arahan Bapak Wali Kota Ambon agar penyelenggaraan pendidikan berlangsung dengan budaya yang aman, nyaman, tanpa diskriminasi, termasuk mencegah keterlibatan siswa dalam aksi tawuran maupun perilaku negatif lainnya,” ungkapnya.

Upaya pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama, lanjut Kustanto, mulai menunjukkan hasil. Keterlibatan siswa SMP Negeri 4 Ambon dalam berbagai bentuk kenakalan remaja kini semakin minim.

Kami bersyukur, akhir-akhir ini keterlibatan siswa dalam hal-hal seperti itu sudah sangat minim. Ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara sekolah, komite, dan orang tua,” katanya.

Selain memperkuat karakter, SMP Negeri 4 Ambon terus mengembangkan program unggulan di bidang akademik maupun non-akademik. Pembinaan sains menjadi salah satu fokus utama untuk mendorong siswa berprestasi pada berbagai kompetisi tingkat kota, provinsi, hingga nasional.(L06)