AMBON, LaskarMaluku.com – Anggota Komisi II DPRD Maluku, Ari Sahertian, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja pada berbagai sektor pembangunan, termasuk proyek strategis Blok Masela.
Ari mengatakan, peluang kerja yang terbuka di Maluku idealnya dapat dimanfaatkan oleh putra-putri daerah. Namun, ia mengakui kesiapan tenaga kerja lokal saat ini masih perlu diperkuat melalui pendidikan dan pelatihan.
Setidaknya pemerintah melakukan kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk mempersiapkan pelatihan khusus bagi putra-putri Maluku.
Apa yang disarankan oleh anggota fraksi PKB dari dapil kita Ambon ini
“Harapan kita, tenaga kerja itu sebagian besar berasal dari Maluku. Memang kita sadar hari ini tenaga aslinya belum siap. Karena itu, pendidikan dan pelatihan harus menjadi prioritas agar generasi muda memiliki kemampuan dan daya saing,” kata Arie Sahertian sembari menekankan pada aspek kemampuan SDM yang memiliki kualifikasi khusus.
“Ini dimaksudkan agar putra-putri daerah ini perlu disiapkan agar menjadikan pekerja yang memiliki keahlian, penguasaan teknis, atau pelatihan khusus dalam bidang tertentu. Kemampuan ini biasanya didapatkan melalui pengalaman kerja, kursus, magang, atau pelatihan khusus, bukan semata-mata dari pendidikan formal tinggi,” ingat wakil rakyat dari Dapil kota Ambon dari fraksi PKB ini Kepada wartawan di gedung DPRD Maluku Senin (3/8/2026)
Menurutnya, generasi muda Maluku harus terus meningkatkan kompetensi agar tidak hanya menjadi penonton ketika peluang kerja diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.
“Kita tidak bisa membantah ketika orang luar datang bekerja kalau memang kita belum siap. Kesiapan itu dibangun melalui pendidikan dan pelatihan yang harus diterima dan dikerjakan oleh generasi penerus di Maluku,” ujarnya.
Ari menilai peningkatan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Tanpa tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi, manfaat pembangunan dinilai tidak akan dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Maluku.
“Kalau kualitas sumber daya manusianya belum cukup, maka kesejahteraan yang menjadi harapan masyarakat akan sulit tercapai,” tegasnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh Tokoh Masyarakat Maluku, Yusuf Leatemia.
menurutnya, sudah saatnya pemerintah provinsi memerlukan skema khusus yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang handal.
“Kalau pemerintah provinsi tidak menyiapkan SDM Maluku handal, yang pasti posisi strategis akan dijabat oleh orang luar: itu artinya seluruh pendapatan mereka samasekali tidak berdampak bagi daerah ini,” ingat Yusuf Leatemia, kepada Media ini Senin (3/8/2026).
Baik Leatemia dan Arie Seharian berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pendidikan vokasi dan pelatihan kerja sehingga masyarakat Maluku memiliki daya saing untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja, termasuk pada proyek-proyek besar seperti Blok Masela. (L05)
