AMBON, LaskarMaluku.com – Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Fikri Yasin, memastikan ketersediaan stok beras di Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dalam kondisi aman menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan akhir tahun.

Hal itu disampaikan Fikri usai melakukan peninjauan ke Gudang Bulog di Ambon bersama Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, perwakilan Ombudsman RI Maluku, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, serta Kepala Dinas Pertanian Kota Ambon,Selasa (28/7)

Menurut Fikri, kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan Bulog menjaga stabilitas pasokan dan harga beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat.

“Yang pertama memang kami datang ke sini bersama Pak Wali untuk melihat kesiapan Bulog, terutama stok beras. Biasanya menjelang 17 Agustus hingga akhir tahun terjadi fluktuasi harga. Dari penjelasan yang kami terima, kondisi saat ini masih stabil dan itu harus terus dijaga,” katanya.

Ia menegaskan, beras merupakan komoditas paling mendasar bagi masyarakat sehingga pemerintah harus memastikan ketersediaannya tetap terjamin.

“Kalau beras tersedia, lauk sederhana seperti ikan asin pun masyarakat masih bisa makan. Karena itu jangan sampai kebutuhan pokok ini justru bermasalah,” ujarnya.

Selain memastikan stok, Ombudsman RI juga menyoroti kemampuan Bulog dalam bersaing dengan pelaku usaha swasta, khususnya dari sisi harga.

Fikri mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, persaingan harga di Ambon masih cukup kondusif dan pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasar.

“Kami melihat di Ambon pemain swasta tidak terlalu kuat memainkan harga. Saya yakin pemerintah daerah, dalam hal ini Pak Wali Kota, juga memiliki peran besar dalam menjaga kondisi itu,” katanya.

Namun demikian, Fikri menilai peran Bulog tidak boleh hanya sebatas menyalurkan beras bersubsidi atau bantuan pangan. Menurutnya, sebagai badan usaha milik negara yang memiliki pengalaman panjang, Bulog juga harus mampu mengembangkan usaha komersial agar tetap sehat dan berdaya saing.

“Kalau Bulog hanya menyalurkan bantuan pangan saja, menurut kami terlalu sederhana. Infrastruktur negara yang sudah dibangun puluhan tahun jangan hanya digunakan untuk menyalurkan subsidi. Bulog juga harus mendapatkan keuntungan melalui penjualan komersial agar bisa mengimbangi tugas pelayanan publik,” jelasnya.

Ia juga memberikan masukan agar Bulog mulai memperhatikan strategi pemasaran, terutama dari sisi kemasan produk.

Menurut Fikri, kemasan yang menarik akan meningkatkan daya saing produk Bulog di pasar modern maupun supermarket.

“Saya sampaikan kepada teman-teman Bulog bahwa kemasan itu penting. Contohnya keripik singkong. Produk itu biasa saja, tetapi setelah dikemas dengan baik dan dijual di supermarket, nilainya menjadi jauh lebih tinggi dan bahkan menjadi oleh-oleh. Hal seperti itu juga perlu dipikirkan Bulog agar produknya mampu bersaing,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Ambon Bodewin Wattimena turut mendampingi peninjauan tersebut sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon memastikan ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.(L06)