AMBON, LaskarMaluku.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) mendorong penguatan branding Sanggar Tifa Totobuang Soulutuhua Negeri Naku melalui pemanfaatan media sosial dan pembuatan video profil.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Strategi Branding Sanggar Tifa Totobuang Soulutuhua Negeri Naku melalui Promosi Media Sosial dan Pembuatan Video Profil” tersebut berlangsung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, di Negeri Naku, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.

Kegiatan dipimpin Jimmy P.M. Sirait, ST., BFA., MFA selaku ketua tim, dengan anggota Roberth Ricky Y. Manaha, S.Kom., M.Kom.

Pada hari pertama, tanggal 21 Agustus 2026, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya branding melalui media sosial. Tim PkM juga memberikan praktik pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi sanggar serta pelatihan dasar pengambilan video untuk menghasilkan konten yang dapat dipublikasikan melalui media sosial resmi Sanggar Tifa Totobuang Soulutuhua.

Selanjutnya, pada tanggal 22–23 Agustus 2026, kegiatan difokuskan pada produksi video profil Sanggar Tifa Totobuang Soulutuhua Negeri Naku sebagai bagian dari strategi memperkenalkan sanggar dan musik tradisional kepada masyarakat secara lebih luas.

Tim PkM UKIM menilai dokumentasi dan pemanfaatan media sosial menjadi bagian penting dalam memperkuat eksistensi sanggar di tengah perkembangan komunikasi digital. Hal ini juga diaminkan oleh ketua sanggar, Anthoni Warella, mengingat besarnya jangkauan media sosial di masa era internet sekarang ini.

Melalui kegiatan tersebut, selaku Tim PkM, Jimmy PM Sirait berharap Sanggar Tifa Totobuang Soulutuhua semakin dikenal publik, tidak hanya di lingkungan Negeri Naku dan Kota Ambon, tetapi juga dapat memperluas jangkauan promosi seni dan musik tradisional Maluku melalui platform digital. (L05)