AMBON, LaskarMaluku.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kali ini, datang dari cabang olahraga karate. Dengan semangat juang dan persiapan yang tidak mudah, kontingen Karate MBD sukses mengoleksi 19 medali dalam Kejuaraan Karate Open Tournament Bupati Cup Maluku Tengah 2026.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 November 2026, di GOR Nusantara, Kota Masohi tersebut menjadi panggung pembuktian kemampuan para atlet MBD dalam bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
Turun dengan kekuatan 24 atlet, kontingen MBD berhasil mengamankan sembilan medali emas, sembilan medali perak, dan satu medali perunggu.
Pelatih Karate MBD, Melkianus Rumlaklak, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih anak-anak asuhnya. Ia menilai, perolehan medali tersebut merupakan hasil dari proses latihan panjang, kedisiplinan, serta tekad para atlet untuk memberikan yang terbaik bagi daerah.
Menurut Rumlaklak, keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Para atlet telah menjalani persiapan melalui latihan rutin setiap pagi dan sore sebelum mengikuti kejuaraan.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan dukungan pembiayaan, semangat para atlet justru menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan.
“Anak-anak berlatih dengan disiplin luar biasa, pagi dan sore, meskipun fasilitas sangat terbatas. Mereka bertanding bukan hanya dengan teknik, tetapi juga dengan hati. Puji Tuhan, dari 24 atlet yang kami bawa, kami berhasil meraih 19 medali,” ungkapnya.
Ia tidak menampik bahwa perjalanan kontingen MBD selama mengikuti kejuaraan di Masohi diwarnai sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan anggaran, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi atlet selama kegiatan berlangsung.
Selain persoalan pembiayaan, para atlet juga harus berhadapan dengan peserta yang memiliki jam terbang lebih tinggi. Kondisi fisik sebagian atlet pun menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan waktu istirahat selama mengikuti pertandingan.
Meski demikian, berbagai hambatan tersebut tidak mengurangi perjuangan kontingen MBD untuk tetap tampil maksimal.
Dalam kejuaraan tersebut, atlet MBD menunjukkan kemampuan pada dua kategori pertandingan, yakni Kelas Open Prestasi dan Kelas Pemula/Festival.
Pada Kelas Open Prestasi, Juanito Relmasira berhasil menyumbangkan medali perak. Sementara Khalvin Rumahkety juga tercatat masuk dalam daftar peraih medali pada kelas tersebut.
Sementara itu, dominasi atlet MBD terlihat pada Kelas Pemula/Festival. Sembilan atlet berhasil mempersembahkan medali emas, masing-masing Noch Jelira, Vicky Rumahjara, Marthina Pelata, Marthinus Muriolkosu, Steward Teurupun, Laurens Rumahlewang, Welda Hutuely, Julivia Koupun, dan Henderina Orno.
Adapun medali perak pada kategori ini diraih oleh Khalvin Rumahkety, Michael Relmasira, Silvia Astina Alioha, Ridolof Teurupun, Adam Konoralma, Yohanis Salenussa, Yunus Nederupun, dan Miquel Hutuely.
Bagi Rumlaklak, pencapaian tersebut bukan sekadar persoalan jumlah medali, tetapi juga menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda dari wilayah kepulauan seperti MBD memiliki potensi besar untuk bersaing di dunia olahraga.
Karena itu, ia berharap prestasi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, KONI, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di daerah.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan. Dukungan tidak boleh hanya diberikan ketika atlet berhasil meraih prestasi, tetapi harus dimulai sejak proses latihan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga persiapan keberangkatan mengikuti kejuaraan.
“Kami berharap ke depan pemerintah daerah bisa lebih hadir, bukan hanya saat kami membawa pulang medali, tetapi juga saat kami masih berjuang dalam proses latihan dan membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Lebih jauh, Rumlaklak menegaskan bahwa pihaknya memiliki harapan besar agar Karate MBD terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat Provinsi Maluku, tetapi juga dapat bersaing pada kejuaraan nasional.
“Target kami, MBD tidak lagi dipandang sebelah mata. Kami sudah membuktikan bahwa anak-anak MBD mampu berprestasi. Harapan kami, pembinaan ini terus berlanjut agar semakin banyak atlet daerah yang bisa mengharumkan nama Maluku Barat Daya,” tutupnya.
Raihan 19 medali di Bupati Malteng Cup 2026 menjadi catatan positif bagi perkembangan olahraga karate di Kabupaten Maluku Barat Daya. Lebih dari sekadar kemenangan, prestasi ini menjadi pesan bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi generasi muda daerah untuk menunjukkan kemampuan dan mengharumkan nama daerah di arena kompetisi. (L02)
