DOBO, LaskarMaluku.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru, Maluku menetapkan program penanaman 10 juta pohon kelapa sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan daerah.

Program tersebut diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, mengatakan pengembangan perkebunan kelapa dipilih karena memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Menurutnya, komoditas kelapa tidak hanya memiliki nilai jual yang tinggi, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang bernilai tambah.

“Program 10 juta pohon kelapa menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Kami ingin membangun fondasi ekonomi masyarakat yang kuat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aru,” ujar Kaidel, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan. Selain fokus pada penanaman, pemerintah daerah juga akan mendorong pengembangan sektor hilir agar hasil perkebunan kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Menurut Kaidel, potensi lahan yang luas di Kepulauan Aru menjadi modal besar untuk mengembangkan daerah tersebut sebagai salah satu sentra produksi kelapa di kawasan timur Indonesia.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

“Ini bukan sekadar program menanam pohon, tetapi investasi untuk masa depan ekonomi masyarakat. Ketika pohon-pohon tersebut mulai menghasilkan, manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat hingga generasi berikutnya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru meyakini pengembangan sektor perkebunan, khususnya kelapa, dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. (*/L02)