AMBON, LaskarMaluku.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Santo Fransiskus Xaverius Katedral Ambon merayakan Pesta Pelindung WKRI, Santa Anna dengan 32 anak-anak di Panti Asuhan Santa Maria, Ahuru Kota Ambon, Minggu (26/7/2026) siang.
Anak-anak panti didampingi para suster menyambut kedatangan ibu-ibu WKRI Cabang Katedral Ambon dengan penuh sukacita dan kegirangan.
Perayaan Pesta Pelindung WKRI Santa Anna diawali dengan ibadah sabda yang dipimpin Suster Emili Rumangun dengan koor anak-anak panti.

Suster Emili Rumangun
Dalam Bacaan Injil dari kitab Lukas 8 ayat 11-21, Suster Emili dalam khotbahnya menjelaskan bahwa makna dari bacaan Injil tentang arti Perumpamaan Penabur dan pernyataan Yesus mengenai keluarga rohani-Nya. Bagian ini menekankan pentingnya sikap hati saat mendengar Firman Tuhan serta kewajiban untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga melakukannya.
Suster Emili juga mengajak anak-anak panti untuk melihat dan memaknai Tema Pesta Pelindung WKRI, Santa Anna tahun 2026 yakni “Melanjutkan Langkah Harapan: Merawat Rahim Kehidupan demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi”.
“Jasa besar seorang ibu sangat penting dalam kehidupan kita. Tanpa ibu hampa, tanpa ibu sedih, hidup tak ada gunanya tanpa ibu. Luar biasa tema ini digumuli seluruh umat. Sebab ibu mempunyai peranan penting dalam keluarga baik secara jasmani juga rohani,”kata Suster sambil meminta anak-anak panti bertepuk tangan dan menjelaskan jika WKRI merupakan salah satu organisasi perempuan pertama yang memperjuangkan kemerdekaan NKRI.

Penanggungjawab Panti Asuhan Santa Maria, Suster Yuliani Salewa saat memberi sambutan
Sementara itu, Penanggungjawab Panti Asuhan Santa Maria, Suster Yuliani Salewa, dalam sambutannya menyampaikan limpah terima kasih karena ibu-ibu WKRI Cabang Katedral Ambon mau berkenaan mengunjungi kami dan berbagi kasih serta berbagi sukacita dengan anak-anak panti.
“Kami berdoa semoga ibu-ibu dalam mewujudkan visi dan misi organisasi juga program kerja selalu diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang,”ungkap Suster Yuliani seraya menambahkan, kehadiran ibu-ibu bukti kepedulian dan rasa cinta kepada kami, semuanya datang membawa kebahagiaan. Sekali lagi terima kasih kepada ibu-ibu WKRI Cabang Katedral Ambon.

rekreasi bersama
Pada kesempatan yang sama, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Katedral Ambon, Saswaty Matakena dalam sambutannya memberikan apresiasi bagi para Suster dan anak-anak panti yang sudah berkenaan menerima kunjungan kami.
“Perayaan Pesta pelindung WKRI Santa Anna tahun ini kami fokukan di Panti Asuhan Santa Maria, Ahuru dan kami hadir ini sebagai bukti cinta kasih dan kepedulian kami kepada anak-anak panti. Semoga apa yang kami berikan ini bermanfaat dan menjadi berkat bagi anak-anak panti,”ungkapnya.
Matakena juga menjelaskan jika Tema Pesta Pelindung WKRI Santa Anna, menegaskan bahwa menjaga dan memberdayakan perempuan sama dengan menyelamatkan masa depan bangsa. Ketika seorang perempuan dihargai dan berdaya, rahim kehidupan (keluarga dan masyarakat) akan sehat, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan aman dan terlindungi.

Anak terlindungi, sambung Matakena artinya, kondisi ketika hak-hak seorang anak dijamin, dipenuhi, dan dijauhkan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, serta penelantaran. “Hal ini memastikan anak-anak dapat hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal,”jelas Matakena.
Matakena juga memberi motivasi bagi anak-anak, walaupun hidup di panti jauh dari mama dan papa, tetapi doa mama dan papa setiap hari selalu menyertai kalian dalam meraih masa depan. “Kunci masa depan cerah ada pada rajin belajar, disiplin, dan doa yang taat kepada Tuhan,”ungkapnya.

Sambutan Ketua WKRI Cabang Katedral Ambon, Saswaty Matakena
Safeguarding
Pada kesempatan itu, Matakena juga menjelaskan mengenai Safeguarding bagi anak-anak panti maupun anggota WKRI Cabang Katedral Ambon.
Dijelaskan, Safeguarding merupakan kebijakan atau budaya perlindungan untuk menciptakan lingkungan yang aman serta melindungi anak-anak dan orang dewasa rentan dari segala bentuk kekerasan, pelecehan, penelantaran, atau eksploitasi. Praktik ini mencakup tindakan pencegahan, pelaporan, dan penanganan kasus.
Dirinya juga menjelaskan secara singkat jenis-jenis bahaya yang sering terjadi diantaaranya, pelecehan, pelecehan seksual, eksploitasi, pencabulan, grooming, grooming online, penelantaran, perundungan dan jenis-jenis bahaya yang lain.
Motivasi yang sama juga disampaikan Anggota Presidium 2 DPD Wanita Katolik RI Maluku dan Maluku Utara Deliana Masela. Menurutnya, tinggal di panti sudah pasti banyak aturan dan harus disiplin.
“Tetapi itu semua Suster lakukan supaya anak-anak bisa mandiri dan disiplin. Suster lakukan demikian karena Suster sayang anak-anak. Jadi harus tetap semangat, karena jika disiplin dengan aturan yang Suster terapkan, yakin saja bahwa anak-anak akan meraih kesuksesan,”ungkap Masela seraya mengatakan kalian adalah anak-anak pilihan yang tangguh. Tetaplah tersenyum, kejar cita-cita setinggi langit, karena masa depan gemilang menanti kalian.

Penyerahan sumbangan
Perayaan Pesta Pelindung WKRI Santa Anna, dilanjutkan dengan penyerahan sumbangan berupa sembako, paket mandi dan paket mencuci, yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua WKRI Cabang Katedral, Ibu Hellen Tukan dan Ketua Ranting Santa Maria Benteng Daud, Ibu Tien Nikijuluw.
Acara diakhiri dengan foto bersama, rekreasi dan ramah tamah. (L02)
