Ambon, LaskarMaluku.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kota Ambon, Ronald H. Lekransy menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan terpadu sebagai langkah strategis mencegah aksi bunuh diri yang berulang di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP).

“Pemkot Ambon terus membangun koordinasi bersama seluruh pihak terkait agar pengawasan di kawasan JMP dapat dilakukan lebih maksimal dan responsif. Hal ini menindaklanjuti penjelasan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam berbagai pertemuan,” ujar Lekransy kepada wartawan di ruang kerjanya, Balai Kota Ambon, Kamis (21/5).

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang perlu didorong ke depan adalah optimalisasi pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sepanjang kawasan JMP yang terhubung langsung dengan pusat pemantauan pemerintah daerah guna mempermudah pengawasan serta penanganan cepat.

Lekransy menilai, pemanfaatan teknologi menjadi unsur penting dalam membangun sistem pencegahan dini yang efektif.

“CCTV yang dipasang sebaiknya berbasis Artificial Intelligence (AI), sehingga mampu mendeteksi secara otomatis gerakan maupun perilaku mencurigakan. Misalnya, seseorang yang berdiri terlalu lama di tepi jembatan atau melakukan tindakan berisiko,” jelasnya.

Ia menerangkan, sistem tersebut nantinya dirancang untuk memberikan peringatan dini secara otomatis kepada petugas di lapangan, sehingga respons penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terdeteksi situasi darurat atau ancaman keselamatan.

Selain itu, Pemkot Ambon juga terus berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) guna memperoleh hak akses pemantauan terhadap perangkat CCTV yang terpasang di kawasan JMP.

“Karena JMP merupakan kewenangan BPJN, maka akses ini penting agar pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dapat melakukan pengawasan secara langsung, terpadu, dan sinkron,” katanya.

Lekransy turut mengapresiasi aksi cepat aparat TNI, Polri, serta masyarakat yang beberapa kali berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri di kawasan tersebut.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada pihak berwenang apabila melihat warga yang menunjukkan kondisi emosional tidak stabil atau perilaku mencurigakan di sekitar jembatan.

Lebih lanjut, Lekransy menegaskan bahwa persoalan bunuh diri tidak dapat ditangani hanya melalui pendekatan pengamanan fisik, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sosial.

“Keluarga harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga yang mengalami tekanan mental maupun persoalan sosial berat. Peran tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat juga sangat penting untuk membangun budaya kepedulian sosial yang kuat,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan aktif masyarakat, dukungan teknologi pengawasan yang andal, serta pendampingan psikologis yang berkelanjutan dapat berjalan secara sinergis guna menekan dan mencegah fenomena percobaan bunuh diri di kawasan JMP.

“Sehingga mampu menekan angka dan mencegah sepenuhnya fenomena percobaan bunuh diri di kawasan JMP secara maksimal,” pungkas Lekransy.(L06)