AMBON, LaskarMaluku.com – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang berfokus pada pelindungan generasi muda serta kemandirian bangsa di bidang ketahanan pangan, ekonomi, dan energi.
Puncak peringatan secara nasional diselenggarakan melalui upacara bendera di berbagai instansi pemerintah pusat hingga daerah, termasuk Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.
Peringatan ini sekaligus dijadikan momentum untuk mendorong program-program strategis seperti swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis, dan layanan kesehatan gratis.
Harkitnas diperingati setiap tanggal 20 Mei untuk mengenang berdirinya organisasi modern pertama di Indonesia, Boedi Oetomo, pada tahun 1908 yang menjadi tonggak awal bangkitnya kesadaran nasionalisme.
Rektor Universitas Pattimura Ambon, Fredy Leiwakabessy mengemukakan, Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan bangsa yang dimulai sejak berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908.
Hal itu disampaikan Fredy Leiwakabessy sebagaimana membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.
Peristiwa Hari Kebangkitan Nasional,
disebut sebagai tonggak lahirnya kesadaran kebangsaan melalui perjuangan intelektual dan organisasi yang melampaui sekat-sekat kedaerahan.
Semangat kebangkitan nasional harus terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.
“Jika pada masa lalu perjuangan berfokus pada kedaulatan teritorial, maka saat ini tantangan bangsa telah bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” kata Menteri Meutya Viqda Hafid.
Wanita kelahiran 3 Mei 1978 dan juga seorang penyiar berita dan politikus Indonesia ini mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan karena generasi muda sebagai aset utama bangsa.
“Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” sejalan dengan semangat menjaga generasi muda sebagai aset utama bangsa. Melalui tema tersebut, pemerintah menekankan pentingnya perlindungan anak dan generasi muda di era digital, sekaligus memperkuat kemandirian bangsa melalui pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia.
Dalam pidato itu juga dijelaskan sejumlah program strategis nasional yang tengah dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, di antaranya program makan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat dan sekolah garuda, peningkatan kualitas guru, penyediaan beasiswa, layanan cek kesehatan gratis, hingga penguatan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan generasi muda di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Kebijakan tersebut, termasuk pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, disebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi anak-anak Indonesia.
Melalui momentum Harkitnas ke-118, seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, diajak untuk terus menyalakan semangat kebangkitan nasional melalui penguatan solidaritas sosial, peningkatan literasi digital, dan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bangsa.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Universitas Pattimura berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh pimpinan, sivitas akademika, serta tenaga kependidikan di lingkungan lembaga tersebut. Hotumesse.(L05)
