AMBON, Laskar Maluku.com— Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon tidak menjadikan penghargaan Adipura sebagai tujuan utama, melainkan berfokus pada terciptanya lingkungan kota yang bersih, hijau, dan asri.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Penilaian Pembinaan Adipura Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Rabu (15/4/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena mengajak seluruh pihak untuk bersyukur sekaligus menjadikan momentum ekspos Adipura sebagai sarana evaluasi terhadap kondisi lingkungan di Kota Ambon.
“Dulu kita bangga karena beberapa kali meraih Adipura, bahkan Adipura Kencana. Itu karena Ambon dinilai memenuhi aspek kebersihan dan lingkungan,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa orientasi utama pemerintah saat ini bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan memastikan kualitas lingkungan yang layak bagi masyarakat.
“Saya tidak butuh Adipura. Yang saya butuh Ambon bersih, hijau, dan asri. Kalau kita fokus ke situ, Adipura akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.
Menurutnya, jika seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran yang sama dalam menjaga kebersihan, maka penghargaan tersebut hanyalah konsekuensi dari kerja bersama.
Wattimena juga menekankan pentingnya mengetahui posisi capaian Kota Ambon dalam berbagai aspek penilaian, mulai dari kebersihan hingga pengelolaan ruang terbuka hijau.
“Ekspos ini memberikan gambaran sejauh mana langkah yang sudah kita lakukan dan apa yang harus diperbaiki ke depan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan kota tidak hanya berada pada instansi teknis, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat dan perangkat daerah.
“Jangan bebankan hanya pada dinas. Semua punya peran. Kalau kita atur pasar, pastikan sampah tidak bertebaran,” ujarnya.
Wali Kota juga menyoroti masih adanya pelanggaran di lapangan, seperti pedagang yang berjualan tidak tertib serta membuang sampah sembarangan.
“Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian bersama. Kita harus menjaga kota ini dengan disiplin,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut ekspos Adipura sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan percepatan perbaikan sistem pengelolaan lingkungan di Ambon.
“Kita butuh transparansi dan objektivitas dalam ekspos ini, sehingga bisa melahirkan kerja bersama dan akselerasi untuk perbaikan,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Ambon berencana membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) guna mengurangi volume sampah sebelum masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Target kita tahun ini bisa membangun TPST, sehingga pengelolaan sampah lebih optimal,” pungkasnya. (L06)




