AMBON, LaskarMaluku.com – Ceramah Jusuf Kalla saat berbicara di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada dianggap jauh dari Iman Kristen adalah mati syahid dalam konflik yang terjadi di Kota Ambon puluhan tahun lalu.
Hal ini disampaikan Ketua Presidium PMKRI Cabang Ambon, Philipus Jho Renyaan.
Dirinya mengharapkan Wakil Presiden ke-10 (2004–2009) dan ke-12 (2014–2019 ) Jusuf Kalla agar meminta maaf secara terbuka karena ucapannya sangat bertolak belakang dengan Ajaran Iman Kristen.
“Tragedi di Kota Ambon yang telah dilupakan, biarlah terkubur selamanya, jangan lagi membicarakannya di ruang-ruang publik, apalagi membahas iman agama lain. Semua pihak sekarang ini saling menjaga sebagai keluarga dan hidup penuh kedamaian. Pak JK seharusnya secara sadar dan mau untuk meminta maaf kepada semua warga negara yang merasa perkataan Pak JK tidak sesuai dengan keyakinan iman mereka”, tuturnya.
Senada dengan itu, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Ambon, Ezekiel Dendi Rettob yang menekankan agar setiap pemangku kepentingan di Negara ini, sebelum berargumen perlu berpikir apakah sesuatu yang disampaikan pantas atau tidak, apakah menyinggung tentang suku, adat, budaya dan agama orang lain atau tidak, agar tak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Pernyataan tentang hal-hal yang bersifat privasi orang lain, jangan lagi dibahas oleh siapapun dan kepada siapapun, apalagi di ruang-ruang publik,”tutupnya. (L02)




