RUTENG, LaskarMaluku.com – Putra terbaik Maluku Alesandro Delviero Rettob Terpilih Jadi Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028.
Mantan Sekertaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Sekjen PP PMKRI) Periode 2022-2024 Christian Alesandro Delviero Rettob atau akrab disapa Delvis Rettob resmi terpilih sebagai Mandataris Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA), Formatur Tunggal, sekaligus Ketua Presidium PP PMKRI Santo Thomas Aquinas Periode 2026-2028.
Seperti dilansir dari pos kupang, keputusan tersebut ditetapkan dalam Sidang Paripurna Pemilihan Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PP PMKRI pada puncak Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI, yang berlangsung di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 28 Juli 2026.
Kongres yang mempertemukan delegasi PMKRI dari 57 cabang di Indonesia tersebut menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan arah dan kepemimpinan baru PP PMKRI selama dua tahun ke depan.
Meski diwarnai berbagai dinamika, mulai dari tahapan penjaringan bakal calon, penyampaian visi-misi, lobi antar cabang, hingga proses pemungutan suara dimana ada aksi work out, namun setelah mempertimbangkan situasi forum dan berpedoman pada tata tertib persidangan, pimpinan Ad Hoc kemudian menetapkan Delvis Rettob sebagai pemenang secara aklamasi.
Mengemban Amanat Besar Organisasi
Terpilihnya Delvis Rettob menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PP PMKRI di tengah berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa, dunia pendidikan tinggi, serta dinamika sosial, politik, dan kebangsaan.
Sebagai organisasi kader yang telah berdiri sejak 25 Mei 1947, PMKRI memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, akademisi, hukum, hingga pelayanan masyarakat.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, mempererat hubungan antarcabang di seluruh Indonesia, serta memperkuat peran PMKRI sebagai organisasi kemahasiswaan yang kritis, independen, dan berorientasi pada pelayanan terhadap Gereja, bangsa, dan negara.
Selain itu, Ketua Presidium terpilih juga diharapkan mampu menjaga persatuan organisasi pasca dinamika kongres, merangkul seluruh elemen PMKRI, serta membawa organisasi semakin relevan dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan, pendidikan, demokrasi, dan keadilan sosial.
Dengan berakhirnya proses pemilihan tersebut, seluruh rangkaian Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI di Ruteng memasuki babak baru, yakni penyusunan kepengurusan Pengurus Pusat PMKRI Periode 2026–2028 yang akan dipimpin oleh Christian Alesandro Delviero Rettob sebagai Mandataris MPA, Formatur Tunggal, dan Ketua Presidium PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas.
Merasa Bangga
Christian didampingi para delagasi dari berbagai Cabang PMKRI di seluruh Nusantara menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya dirinya menjadi Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028.
“Tentunya saya merasa bangga karena kita berhasil membersamai semangat kolektif bersama teman-teman cabang seluruh Indonesia dan tentu ini menjadi suatu proses dan momentum yang luar biasa dimana kita melalui proses yang panjang mulai dari hari pertama sampai hari terakhir kongres dan berhasil terpilih ketua,” ujarnya.
Menurutnya, terpilihnya ia sebagai Ketua tentu membawa semangat bersama Nusantara.
“Dan tentu ini membawa semangat bersama Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Kita datang di Ruteng kota yang dingin, dinamika yang hangat tapi membuah hasil yang baik,” ujarnya kepada media.
Perkuat Konsolidasi
Delvis yang saat ini berprofesi sebagai advokat di Jakarta juga mengatakan, setelah ditetapkan sebagai ketua, selanjutnya ia fokus menjalankan amanah yang diberikan.
“Pertama tentu ada reorientasi kemitraan bersama lembaga negara, lembaga sosial masyarakat dan tentu secara internal kita memperkuat konsolidasi,” ujarnya.
Menurutnya, memperkuat konsolidasi organisasi internal akan segera dilakukan secepatnya, karena selama 2 tahun kepemimpinan merupakan waktu yang singkat.
“Setelah kita memperkuat konsolidasi internal, selanjutnya akan mereposisi PMKRI dalam ruang-ruang publik. Reorientasi bersama kemitraan-kemitran nasional dan kemitraan global,”ujarnya.
Konsen Terhadap Produk Kebijakan Negara yang Tidak Tepat Sasaran
Menurutnya, pembangunan tidak merata di daerah 3 T merupakan bentuk dari produk kebijakan negara yang tidak tepat sasaran. Karena itu, dengan hasil Kongres dan MPA ini tentu menjadi awal yang baik untuk menyatuhkan persamaan presepsi bersama seluruh pengurus cabang PMKRI se Nusantara untuk bagaimana melihat keadaan negara hari ini.
“isu yang bersifat lokal tentu kemudian menyoroti pembangunan-pembangunan yang tidak merata. Ini bagi kami PMKRI akan konsen karena ini merupakan prodak kebijakan negara yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Ajak Kembali Solid dengan Semangat Fraternitas
Delvis juga mengajak seluruh kader PMKRI seluruh Indonesia untuk kembali solid sesuai semangat PMKRI yaitu fraternitas, kristianitas, dan intelektualitas.
“Kalau bicara konteks PMKRI ya dimana setiap produk ketetapan MPA itu pasti ada yang sepakat dan ada yang tidak sepakat. Tapi saya bersama teman-teman mengajak ayolah kita rajut kembali fraternitas, kristianitas dan intelektualitas. Mari kita solid kembali,” ujarnya.
Menurutnya, sikap politik merupakan hal yang lumrah dalam berorganisasi. Dinamika politik di PMKRI juga merupakan hal yang biasa, meski resiko yang diambil sangat berdampak terhadap kaderisasi PMKRI hingga ke level cabang.
“Ayolah kita kembali membangun semangat fraternitas, solid dan bersatu. Yang tidak puas dengan keputusan MPA ayolah memupuk relasi kembali karena apa yang kita lakukan hari ini sangat berdampak pada kaderisasi setiap cabang,” ujarnya.
Sampaikan Terima Kasih
Delvis juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai serta seluruh pihak yang telah mendukung dengan baik, sehingga proses Kongres dan MPA yang dilaksanakan di Ruteng dapat berjalan dengan baik.
“Selama Kongres di Ruteng inj kami teman-teman PMKRI di seluruh Indonesia diterima secara adat dan diterima secara baik. Dan mempunyai satu pesan damai sehingga kita pulang membawa cerita yang baik pula, bahwa kota ini meskipun dingin tetapi ternyata kota Ruteng ini sangat hangat dan nyaman,” ujarnya. (*/L05)
