AMBON LaskarMaluku.com – Ketua DPRD Maluku, Benhur G. Watubun, mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang berlangsung di Akademi Militer Magelang, sejak 15 hingga 20 April 2026. 

Kegiatan strategis itu diikuti ratusan pimpinan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

Meski begitu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan itu didapuk mewakili pimpinan DPRD se-Indonesia untuk menyampaikan sambutan dalam kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) atau retret yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia.

Kepercayaan itu dinilai sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas kepemimpinan daerah, khususnya dari Maluku, di tingkat nasional.

“Beta dipilih mewakili pimpinan DPRD untuk menyampaikan sambutan. Ini kehormatan sekaligus tanggung jawab. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujar Watubun kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, retret tersebut bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang strategis untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan kapasitas kepemimpinan legislatif.

“Banyak pembekalan yang diperoleh, terutama dalam memperkuat fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran di daerah,” katanya.

Seluruh Ketua DPRD dari 11 kabupaten/kota di Maluku turut ambil bagian dalam kegiatan ini, bersama DPRD provinsi. Kehadiran mereka diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja lembaga legislatif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menegaskan retret ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat kepemimpinan daerah melalui skema KPPD.

Menurutnya, posisi Ketua DPRD sangat strategis dalam sistem pemerintahan daerah, sehingga diperlukan kesamaan visi dalam mengawal agenda nasional, termasuk arah pembangunan pemerintah pusat.

“Kami ingin mencetak pemimpin daerah yang berkarakter negarawan, berintegritas, dan mampu mengawal program nasional,” ujarnya.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti proses internalisasi nilai-nilai kebangsaan, mulai dari empat konsensus dasar bangsa, dinamika geopolitik global, hingga kebijakan strategis pemerintah.

Pemilihan lingkungan Akmil sebagai lokasi kegiatan juga dinilai memiliki nilai lebih dalam membentuk disiplin dan karakter kepemimpinan.

Retret ini turut menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara sebagai pemateri, guna memperkuat pemahaman kebijakan nasional sekaligus integritas pimpinan DPRD, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran. (L05)