AMBON, LaskarMaluku.com – Kota Ambon menerima bantuan 10 unit Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR). Bantuan tersebut diresmikan di kawasan Galala, depan Dealer Toyota, Selasa (2/6).

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan persoalan sampah di Kota Ambon bukan masalah yang dapat diselesaikan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen, mulai dari dunia usaha, BUMN hingga masyarakat.

“Dalam berbagai kesempatan kami selalu sampaikan bahwa masalah sampah di Kota Ambon tidak akan mampu diselesaikan sendiri oleh pemerintah kota. Kami membutuhkan dukungan semua pihak,” tegas Wattimena.

Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan proses panjang, perubahan pola pikir, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Hingga kini, masih banyak kawasan di Kota Ambon yang belum memiliki fasilitas TPS.

Karena itu, Pemkot Ambon terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat sistem penanganan sampah.

“Hari ini BNI menyerahkan 10 TPS di 10 lokasi di Kota Ambon. Ini akan menambah infrastruktur pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kapasitas pemerintah kota dalam penanganan sampah,” ujarnya.

Namun demikian, Wattimena menilai penyediaan fasilitas semata tidak akan berarti tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah.

“Kalau sudah ada TPS, buang sampah di TPS. Jangan TPS disediakan tetapi sampah dibuang di tempat lain. Perubahan perilaku harus dilakukan bersama-sama,” tandasnya.

Momentum peringatan HUT Kota Ambon ke-451 tahun ini, lanjutnya, menjadi penguat komitmen pemerintah melalui tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”

“Ambon bersih bukan hanya keinginan pemerintah, tetapi harus menjadi komitmen seluruh masyarakat Kota Ambon,” katanya.

Wattimena juga menyampaikan apresiasi kepada BNI Area Sulawesi-Maluku dan BNI Cabang Ambon atas kontribusi nyata mereka dalam mendukung pembangunan dan kebersihan kota.

“Saya kira tanggung jawab sosial BUMN seperti BNI memberikan dampak besar bagi perkembangan kota. Kami berharap langkah ini bisa mendorong pihak lain ikut membantu,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota secara terbuka melontarkan kecaman keras terhadap aksi pembakaran TPS yang baru dibangun di kawasan Batumerah Tanjung pada Senin (1/6) malam.

Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap fasilitas publik dan upaya pemerintah menjaga kebersihan lingkungan.

“Satu unit TPS yang baru dibangun di Batumerah Tanjung dibakar semalam. Ini perilaku buruk masyarakat yang tidak tahu aturan. Pemerintah sudah berupaya dengan berbagai cara, meminta bantuan lewat program CSR, tetapi fasilitas yang baru dibangun justru dirusak,” kecamnya.

Ia menegaskan pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem penanganan sampah, namun upaya itu akan sulit berhasil jika masih ada tindakan perusakan fasilitas umum.

“Pemerintah berupaya memperbaiki, tetapi ada yang merusak. Selaku Wali Kota, saya mengutuk keras tindakan pembakaran TPS ini,” tegas Wattimena.

Ia berharap insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Walikota juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) memastikan sistem pengangkutan sampah berjalan tepat waktu agar TPS yang tersedia tidak dipenuhi tumpukan sampah yang mengganggu lingkungan.

“Kita punya tujuan yang sama, yaitu Ambon bersih. Kalau Ambon bersih, itu bukan prestasi pemerintah semata, tetapi prestasi seluruh warga Kota Ambon,” pungkasnya

Sementara itu, Head Area Wilayah Sulawesi-Maluku BNI, Hasanul A. Nasution, menegaskan komitmen BNI mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui program BNI Go Green.

Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyediaan 10 titik TPS sampah di sejumlah lokasi strategis di Kota Ambon.

Menurutnya, sebagai bank nasional, BNI tidak hanya berorientasi pada layanan perbankan dan penguatan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir bersama masyarakat menjaga lingkungan.

“BNI tidak hanya berkomitmen memberikan layanan perbankan terbaik dan mendukung roda perekonomian, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk bersama masyarakat menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Kota Ambon yang indah ini,” ujarnya

BNI menyadari pertumbuhan kota yang semakin pesat turut membawa tantangan pengelolaan sampah.Karena itu, melalui program TJSL BNI Go Green, perusahaan ingin memberikan kontribusi nyata bagi upaya Pemerintah Kota Ambon menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Sebanyak 10 unit TPS yang diserahkan nantinya akan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon.

BNI berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi persoalan penumpukan sampah di sejumlah titik rawan serta memudahkan masyarakat membuang sampah secara tertib.

“Harapan kami, keberadaan 10 TPS ini dapat membantu mengurangi permasalahan sampah di berbagai titik di Kota Ambon serta memudahkan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

BNI juga menegaskan keberhasilan program itu membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah tersedia.
Pihak BNI turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, khususnya DLHP, atas koordinasi dan kerja sama yang memungkinkan program tersebut terealisasi.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon, khususnya DLHP, atas keterbukaan, koordinasi, dan kerja sama yang baik sehingga program BNI Go Green ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus ditingkatkan pada masa mendatang,” tutupnya.(L06)