AMBON, LaskarMaluku.com – Sejumlah elite Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku bereaksi keras terhadap cover Majalah Tempo.
Menurut Kader Nasdem Maluku, cover yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh terkait laporan wacana marger NasDem dengan Partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto, adalah pembentukan opini yang menyesatkan publik.
Apalagi tak hanya sampul majalah, isi laporan dan penggunaan istilah merger terkait wacana itu sebagai sebuah penyesatan dan menciderai nama besar Ketua Umum Nasdem.
Sikap ini tertuang dalam sebuah pernyataan sikap dengan Nomor: 001/MS/DPW-NasDem Maluku/IV/2026 tentang Sikap Resmi Terhadap Pemberitaan Majalah Tempo yang menyeret nama Ketua Umum Partai Nasdem.
Sikap bersama DPW, DPD, anggota DPRD Provinsi dan Fraksi Nasdem Kabupaten/kota Se-Maluku ini disampaikan setelah mencermati sajian pada cover dan isi pemberitaan Majalah Tempo edisi terbaru yang menyeret nama Ketua Umum Partai NasDem, Bapak Surya Paloh,.
“Maka dengan ini Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Maluku bersama Dewan Pimpinan Daerah, Anggota DPRD Provinsi/Kab/Kota Fraksi NasDem, Sayap dan Badan Partai NasDem se-Maluku menyatakan sikap sebagai berikut:
- Mengecam keras pemberitaan yang kami nilai tendensius, tidak akurat, tidak berimbang, dan berpotensi membangun opini yang menyesatkan publik.
- Menegaskan kepada Majalah Tempo untuk memberikan klarifikasi dan Permohonan Maaf secara terbuka kepada publik serta memulihkan nama baik Ketua Umum Partai NasDem Bapak Surya Paloh sebagai seorang Negarawan yang konsisten memperjuangkan demokrasi, kebebasan pers, serta nila nilai Restorasi untuk kemajuan bangsa.
- Mengajak seluruh kader Partai NasDem, simpatisan, dan masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menyikapi pemberitaan secara bijak dan kritis.
Tiga butir pernyataan sikap yang dibacakan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, DPW Nasdem Maluku, Irawadi disaksikan oleh Elit DPW Nasdem, Dewan Pimpinan Daerah (DPD), anggota DPRD provinsi Maluku,/Kabupaten kota Fraksi Nasdem sebagaimana diterima para awak media, Jumat (17/04/26).
Pernyataan sikap bersama itu ditandatangani oleh Dewan Pimpinan Wilayah NasDem Maluku, Irawadi dan Sekretaris wilayah Anderias Rentanubun
Sampul Majalah Tempo soal wacana merger dengan Gerindra telah merendahkan Ketua Umumnya lantaran Surya Paloh merupakan sosok yang terbuka terhadap kritik.
Umumnya kader dan elit Nasdem di seluruh Indonesia menolak penggunaan istilah merger dalam laporan tersebut. Kerena penggunaan istilah merger menunjukkan inkompetensi laporan tersebut dalam literatur politik.
“Dewan Pers, sebagai wasit di lapangan terhadap sebuah karya jurnalistik, sangat penting untuk masuk tanpa harus menunggu adanya pelaporan, karena karya tersebut sifatnya opini dan menyesatkan,” tegas Yusuf Palenussa, politisi DPW Nasdem Maluku, ini mengingatkan.
Meski begitu, Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan redaksi menghargai langkah kader NasDem yang menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi,” kata Setri dalam keterangan resmi pada Selasa, 14 April 2026.
Aksi tersebut dipicu oleh laporan utama dan sampul majalah edisi pekan ini yang menampilkan karikatur Ketua Umum NasDem Surya Paloh. (L05)




