AMBON, LaskarMaluku.com – Unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) provinsi Maluku melakukan silaturahmi dengan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.

Pertemuan silaturahmi itu digelar dalam suasana kebersamaan yang hangat. Sekaligus mendukung langkah kepolisan Republik Indonesia (Polri) khususnya Polda Maluku, melaksanakan program mengajar di semua sekolah di kabupaten kota di provinsi Maluku, termasuk perguruan tinggi.

Langkah strategis ini dinilai sangat tepat untuk mendukung situasi aman dan damai. Sekaligus mendukung investasi jangka panjang di daerah ini.

Ketua DPRD provinsi Maluku, Benhur George Watubun, ST, SH nyatakan, DPRD Maluku sebagai kelembagaan sangat mendukung Kapolda Maluku dalam hal “Polisi mengajar”

“Kami dukung pak Kapolda terkait dengan “Polisi Mengajar” itukan suatu langkah bagus untuk mengedukasi masyarakat karena tujuan kita adalah memastikan investasi masuk di daerah ini dengan aman dan nyaman,” kata Watubun, kepada pers di kantor DPRD Maluku, Jumat  (05/6/2026.

Langkah strategis dari Kapolda sangat tepat, dan ini sangat bagus guna menutupi kekurangan dan kebutuhan guru diberbagai kabupaten kota di provinsi ini.

Sebab menurut hemat pimpinan DPRD, sejumlah kabupaten di provinsi Maluku yang hingga kini, penyebaran gurunya tidak merata. Namun dengan hadirnya progam Polisi mengajar, ruang-ruang kosong ini dapat terisi.

Artinya program Polisi Mengajar, “dapat mengedukasi anak-anak di pelosok yang kekurangan para pendidik khususnya guru.  Anak-anak dapat diajarkan untuk berakhlak baik sehingga tujuan pemerintah provinsi Maluku menciptakan situasi aman dan nyaman dapat terwujud, sehingga berdampak pada iklim investasi utamanya pada proyek strategis nasional (PSN) termasuk Proyek lapangan abadi Blok Masela dengan nilai investasi Rp 300 triliun.

Pemerintah menargetkan proyek ini, beroperasi  pada tahun 20229-2030.

Diharapkan dengan adanya program “Polisi Mengajar” bagian dari pembentukan etika, dan karakter siswa sejak dini dan dijauhkan dari segala pengaruh seks bebas, narkoba dan lain terpatri pada generasi muda kita di daerah ini,” maka tercipta kualitas mental anak kedepan yang lebih baik.

“Pembelajaran yang baik kepada anak-anak menuju ke masyarakat kita bisa menjadi sebuah pegangan di dalam kehidupan bermasyarakat sehingga misalkan orang melakukan investasi misalnya ada dukungan-dukungan yang kita lakukan supaya investasi yang baik itu turut memajukan daerah, utamanya didalam mempersiapkan generasi muda kita menghadapi proyek-proyek strategis nasional (PSN), salah satunya proyek Abadi Blok Masela,”harap BGW.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si mengemukakan, saat pencanangan Polisi Mengajar, secara pribadi maupun lembaga Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Ambon, pihaknya sangat mendukungnya. Sebab dengan kebijakan strategis ini, kendati tidak terkait dengan subtansi mata pelajaran tetapi Polda lebih cenderung kepada pembinaan karakter dan isi muatan dari kurikulum mengajar.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan pak Kapolda Maluku saat pencenangan itukan menyangkut dengan bina karakter, narkoba, seks bebas dan kami sangat mensuport sekali kegiatan “Polisi Mengajar,”Kata Lanny Laturiuw kepada LaskarMaluku.com di ruang kerjanya Sabtu, (6/06/2026).

Ibu Lanny Laturiuw mengaku, telah bersepakat dengan 38 Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kota Ambon baik negeri, Swasta untuk menyusun jadwal pada tahun ajaran baru, agar mata pelajaran ” Polisi Mengajar” berada pada mata Pelajar PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Karena ruang lingkup pelajaran tersebut akan berkaitan dengan pendidikan serta pengembangan nilai moral dan sikap warga negara Indonesia sesuai dengan Pancasila.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) termasuk mata pelajaran yang senantiasa diajarkan kepada para pelajar mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Pasalnya hal tersebut pada dasarnya telah diatur di dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Walau begitu, Polda Maluku meluncurkan program Polisi Mengajar, sebagai upaya memperkuat pendekatan humanis Polri melalui dunia pendidikan.

Program yang menyasar sekolah-sekolah hingga wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) di Maluku itu, difokuskan pada pembinaan karakter, disiplin dan kesadaran hukum bagi pelajar.

Program gagasan Kapolda Maluku tersebut, mendapat apresiasi dalam dialog Aspirasi Maluku Bersama Polda Maluku bertema Polisi Mengajar, Inovasi Humanis Polda Maluku dalam Membangun Generasi yang Cerdas, Disiplin dan Berkarakter. (L05)