AMBON, LaskarMaluku.com – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena meminta warga menghentikan pembukaan lahan dengan cara membakar. Imbauan itu disampaikan menyusul kebakaran lahan yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Ambon di tengah kondisi kemarau.

Bodewin mengatakan kondisi cuaca yang kering membuat lahan dan vegetasi sangat mudah terbakar. Pembakaran lahan dinilai berisiko memicu api meluas dan sulit dikendalikan.

“Jangan lagi membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi sekarang sangat kering, sehingga api mudah menjalar dan sulit dikendalikan,” kata Bodewin kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, sejumlah kebakaran yang terjadi diduga berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang membuka kebun baru dengan cara membakar lahan.

Bodewin mengingatkan warga agar tidak menjadikan pembukaan kebun sebagai alasan untuk membakar lahan secara sembarangan. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan cepat merembet ke kawasan lain dan mengancam lingkungan maupun permukiman.

“Kita tidak bisa membuka kebun dengan cara yang kemudian membahayakan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Kebakaran lahan juga berdampak terhadap kualitas udara akibat asap yang ditimbulkan. Kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama warga yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Ambon telah membagikan masker kepada masyarakat. Warga juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Di sisi lain, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon terus disiagakan untuk menangani kebakaran di sejumlah lokasi. Personel dan armada dikerahkan untuk merespons laporan kebakaran yang masuk.

Petugas juga melakukan penyiraman di sejumlah titik untuk mencegah api kembali membesar dan menjalar ke kawasan lain.

Bodewin mengatakan kemarau turut berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Penurunan debit air di sejumlah sumber membuat masyarakat diminta menghemat penggunaan air.

“Kita juga menghadapi persoalan air bersih. Karena itu, masyarakat harus menghemat air dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” katanya.

Bodewin juga meminta Kecamatan Nusaniwe membuat laporan resmi terkait dugaan aktivitas pembakaran lahan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Laporan tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Bodewin menegaskan penanganan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan petugas Damkar. Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Damkar tidak mungkin bekerja sendiri. Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Jangan membakar lahan atau sampah sembarangan karena kondisi sekarang sangat mudah terbakar,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat Kota Ambon bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran yang dapat membahayakan keselamatan warga serta memperburuk kualitas udara.

“Kalau pembakaran terus dilakukan sembarangan, risikonya akan semakin besar. Mari kita sama-sama mencegah kebakaran,” pungkasnya. (L06)